Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Legislator Minta Kasus Djoko Tjandra Dibuka Secara Transpara

Ahad 02 Aug 2020 01:05 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Esthi Maharani

Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah) dibawa petugas Kepolisian saat penandatanganan berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan Agung di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020). Bareskrim Polri resmi menyerahkan terpidana Djoko Soegiarto Tjandra yang buron selama sebelas tahun tersebut ke Kejaksaan Agung. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (tengah) dibawa petugas Kepolisian saat penandatanganan berita acara penyerahterimaan kepada Kejaksaan Agung di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020). Bareskrim Polri resmi menyerahkan terpidana Djoko Soegiarto Tjandra yang buron selama sebelas tahun tersebut ke Kejaksaan Agung. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Pengusutan tuntas kasus Djoko Tjandra perlu dilakukan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh Pangeran Khairul Saleh mengapresiasi kerja tim Bareskrim di bawah kepemimpinan Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang berhasil menangkap buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra, Kamis (30/7) malam. Pangeran meminta agar penuntasan kasus tersebut dibuka secara transparan.

"Agar ke depannya tidak terjadi lagi oknum di kepolisian yang bersekongkol dengan buronan, maka runtutan kegaduhan kasus DT ini perlu dibuka seluas-luasnya," kata Pangeran dalam keterangan tertulisnya kepada Republika, Jumat (31/7).

Menurutnya pengusutan tuntas kasus Djoko Tjandra perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana seorang buronan melalui kuasa hukumnya dengan mudah melakukan kontak dengan para pejabat di kepolisian. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menduga ada oknum yang lebih tinggi pangkatnya yang memberikan perintah atau perlindungan khusus terhadap Djoko Tjandra.

"Komisi III akan mengawal kasus DT dan minta kasus ini dibuka secara transparan serta meminta semua yang terlibat diusut tuntas," ujarnya.

Pangeran menilai Polri telah berhasil menunjukan kinerjanya dengan menangkap buronan yang sudah lama dicari dan diburu. Dengan tertangkapnya Djoko Tjandra, menurutnya marwah Polri terselamatkan dan kepercayaan masyarakat diharapkan bisa semakin kuat.

"Sebelumnya kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian sangat terpuruk akibat adanya keterlibatan aparat yang membantu DT," tuturnya.

Sebelumnya dikabarkan kepolisian berhasil menangkap Djoko di Malaysia. Djoko tiba di Halim Perdanakusumah, Kamis malam sekitar pukul 22:45 WIB dan segera dibawa ke Mabes Polri. Listyo juga berjanji Polisi akan memproses kasus tersebut dengan transparan dan tuntas.

Menurut Kabareskrim, penangkapan Djoko Tjandra bermula setelah Kapolri Jendral (Pol) Idham Azis membentuk tim untuk memulangkan Djoko ke Indonesia. Tim kemudian mendapati Djoko berada di Malaysia dan menindaklanjuti temuan itu dengan kegiatan police to police dengan kepolisian Malaysia. Keberadaan Djoko diketahui Kamis siang di Malaysia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA