Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Trump Bakal Larang TikTok di Amerika Serikat

Ahad 02 Aug 2020 00:29 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Esthi Maharani

 Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Foto: EPA-EFE/Oliver Contreras
Trump khawatir TikTok menjadi alat bagi intelejen China

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal menandatangani perintah eksekutif secepatnya untuk melarang aplikasi media sosial (medsos) TikTok yang berkembang pesat di Amerika Serikat. 

Dilansir di Channel News Asia, Sabtu (1/8), Trump beralasan, pelarangan dilakukan karena pihak berwenang Amerika telah meningkatkan kekhawatiran bahwa layanan tersebut dapat menjadi alat bagi intelijen China.

Pejabat Amerika Serikat dan anggota parlemen dalam beberapa pekan terakhir telah menyuarakan kekhawatiran platform video yang sangat populer di China itu memiliki tujuan jahat. Namun demikian, perusahaan itu telah membantah ada hubungan dengan pemerintah China.

Berdasarkan laporan media yang beredar pada, Jumat (31/7) pagi kemarin, Trump mengatakan akan mengharuskan operasi aplikasi Amerika Serikat divestasi dari perusahaan induk Cina ByteDance, namun kini dia mengumumkan larangan tersebut.

"Sejauh menyangkut TikTok, kami melarang mereka dari Amerika Serikat," kata Trump kepada wartawan di Air Force One.

Trump menambahkan, pihaknya akan mengambil tindakan secepatnya pada, Sabtu (1/8), untuk menggunakan kekuatan ekonomi darurat atau perintah eksekutif.

Langkah ini akan menjadi puncak dari kekhawatiran keamanan nasional Amerika Serikat atas keamanan data pribadi yang ditangani TikTok. Hal ini diprediksi akan menjadi pukulan besar bagi pemilik TikTok, ByteDance yang berbasis di Beijing, yang menjadi salah satu dari segelintir konglomerat China yang benar-benar global berkat kesuksesan komersial aplikasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA