Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Antisipasi Pengunjung, Wisata Puncak Telomoyo Dibatasi

Sabtu 01 Aug 2020 15:22 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Foto ilustrasi kunjungan di puncak gunung Telomoyo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang sebelum terjadi pandemi Covid-19. 

Foto ilustrasi kunjungan di puncak gunung Telomoyo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang sebelum terjadi pandemi Covid-19. 

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Jumlah wisatawan dan waktu kunjungan puncak Telomoyo dibatasi.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Menantisipasi terjadinya ledakan jumlah pengunjung pada saat libur panjang, aktivitas kunjungan wisata di puncak gunung Telomoyo dibatasi. Pemerintah Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung serta lama waktu kunjungan.

“Hal ini kami lakukan agar puncak Telomoyo, tidak dipadati ribuan pengunjung seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu,” ungkap Kepala Desa (Kades) Sepakung, Ahmat Nuri, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (1/8).

Pengelola Desa Wisata Sepakung tidak mau mengambil risiko, pelonggaran aktivitas wisata di masa pendemi tersebut, justru memicu para pengunjung mengabaikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Maka, baik akses masuk menuju puncak Telomoyo via Desa Sepakung maupun via Desa Pandean, Kecamatan Blabak, Kabupaten Magelang membatasi jumlah pengunjung masing-masing 300 orang pengunjung,” katanya.

Ada kemungkinan jumlah pengunjung pada libur panjang akhir pekan ini juga membludak. Selain jumlah, pembatasan waktu kunjungan juga dilakukan guna menghindari kepadatan pengunjung di puncak Telomoyo.

Dalam satu hari akan dibagi dalam tiga gelombang pengunjung. Bagi pengunjung yang akan ke puncak Telomoyo via Desa Sepakung, mulai pukul 04.00 WIB akan diberikan pita hijau maksimal 300 orang dan jam berkunjung mereka hanya diperbolehkan sampai dengan pukul 09.00 WIB.

“Setelah pukul 09.00 akan ada petugas pengelola yang naik ke puncak untuk meminta pengunjung berpita hijau untuk segera turun, karana batas waktu kunjungan mereka sudah habis,” ucap dia.

Pengunjung yang naik ke puncak Telomoyo pukul 09.00 WIB bakal diberi tanda pita kuning. Mereka hanya memiliki waktu kunjungan sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Baca Juga

Gelombang terakhir pengunjung diberikan kesempatan mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB dan mereka akan ditandai dengan pita berwarna merah. Seluruh pengunjung gelombang ke-tiga harus sudah turun dari puncak Telomoyo maksimal pukul 18.00 WIB.

Pemberian pita dengan warna yang berbeda tersebut untuk menandai pengunjung dan lama waktu kunjungan yang diperbolehkan. “Dengan pita tersebut, petugas kami akan mudah melacak para pengunjung sesuai dengan batas waktu kunjungan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, selama pengendalian jumlah pengunjung tersebut, pengelola juga tidak mengizinkan aktivitas berkemah di puncak Telomoyo. Hal ini dilakukan agar pembatasan jumlah pengunjung bisa dilakukan dengan efektif.

Ketentuan yang sama juga diberlakukan bagi pengunjung ke puncak Telomoyo via Desa Pandean, Kabupaten Magelang. Karena baik pengelola di Desa Sepakung maupun Desa Pandean sudah saling berkoordinasi dalam pengendalian pengunjung ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA