Tuesday, 14 Zulhijjah 1441 / 04 August 2020

Tuesday, 14 Zulhijjah 1441 / 04 August 2020

Sumur Zamzam, Mukjizat Abadi dalam Islam (1)

Ahad 02 Aug 2020 02:35 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil

Para jamaah haji baik peremuan dan wanita bertawaf di sekitar Ka

Para jamaah haji baik peremuan dan wanita bertawaf di sekitar Ka

Foto: gahetna.nl
Sumur Zamzam, Mukjizat Abadi dalam Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Sumur air Zamzam yang terletak di Masjid al-Haram, Makkah, Arab Saudi, merupakan salah satu mukjizat yang paling abadi dalam Islam, yang menggambarkan kemurahan Allah SWT. Hingga detik ini, air tidak berhenti mengalir dari sumur Zamzam.

Sumur Zamzam pertama kali muncul sekitar 5.000 tahun yang lalu. Dalam sejarahnya, mata air Zamzam pertama kali ditemukan di bawah kaki Nabi Ismail tatkala ia masih bayi, setelah ibunya Siti Hajar (istri kedua Nabi Ibrahim) berlari-lari sebanyak tujuh kali antara dua bukit Shafa dan Marwah. Kala itu, Hajar hendak mencari air untuk menyelamatkan putranya yang haus.

Nama sumur itu berasal dari frasa Zome Zome, yang berarti 'berhenti mengalir'. Kata demikian diulangi Hajar ketika dia berusaha untuk menahan dan mengumpulkan air yang keluar dari sumur tersebut.

Air sumur Zamzam terbukti selalu bersih dan tidak memiliki lumut, serangga, jamur, atau kotoran lainnya. Air Zamzam mengandung tingkat mineral alami yang lebih tinggi daripada air yang didesalinasi (proses penghilangan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan air yang bisa dikonsumsi manusia) normal. Karena alasan ini, air Zamzam memiliki rasa yang khas dan berat.

Jamaah yang beribadah ke tanah suci selalu ingin meminum air dari sumur Zamzam dan membawa botol berisi air Zamzam ke tanah air. Mereka meyakini air Zamzam sebagai sumber penyembuhan alami bagi orang sakit, sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sumur Zamzam ini telah mengalami sejumlah pengembangan. Pengembangan dan pemeliharaan Sumur Zamzam sangat penting, karena sumber air ini terlindungi selama berabad-abad dalam banyak hal.

Sebagai sumber air utama bagi pengunjung Makkah di zaman kuno dan bagi jamaah di masa kini, sumur Zamzam tidak pernah berhenti menghasilkan air yang diberkahi bagi umat Islam, kecuali untuk periode waktu yang singkat.

Selama berabad-abad, sumur Zamzam dilindungi oleh kakek Nabi Muhammad SAW, Abd Al-Muttalib bin Hashim. Perlindungan sumur Zamzam kemudian dilanjutkan oleh para khalifah Muslim hingga zaman modern saat ini. Sumur Zamzam berada di bawah perlindungan raja-raja Saudi mulai dari pendiri Arab Saudi, Raja Abdul Aziz.

Di masa lalu, sumur Zamzam dilindungi secara primitif. Namun, pada masa pemerintahan Raja Abdullah, , sebuah lompatan besar diambil sehubungan dengan pengembangan cara sumur itu dipertahankan. Dia mengubah metode pengisian dan distribusi air di kedua Masjid Suci.

Dia juga memulai Proyek Air Zamzam Raja Abdullah bin Abdul Aziz (KPZW) pada 2013. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang datang untuk Umrah dan Haji, permintaan air Zamzam juga meningkat pesat. Karenanya, dibutuhkan lebih banyak pengembangan untuk sumur Zamzam tersebut.

Pemerintah Saudi kemudian mendirikan pembangunan proyek sumur Zamzam dengan nilai lebih dari 700 juta Riyal (187 juta dolar). Proyek ini menghilangkan banyak metode lama yang tidak profesional yang berkaitan dengan memompa, menyaring, mendistribusikan dan mengisi air. Proyek ini menggantikan cara lama dengan teknologi terbaru dan teraman.

Baca Juga

sumber : Arab News
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA