Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

AS Minta TiktTok Dilepas dari Perusahaan Induk China

Sabtu 01 Aug 2020 12:04 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

AS khawatir TikTok digunakan China untuk tujuan jahat, yang sudah dibantah perusahaan. Ilustrasi.

AS khawatir TikTok digunakan China untuk tujuan jahat, yang sudah dibantah perusahaan. Ilustrasi.

Foto: Pixabay
AS khawatir TikTok digunakan China untuk tujuan jahat, yang sudah dibantah perusahaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang menyiapkan perintah agar media sosial TikTok dilepas dari perusahaan induk di China dengan alasan keamanan negara. AFP mengutip laporan Bloomberg dan The Wall Street Journal menyebut Trump akan memerintahkan Bytedance menjual operasional TikTok di AS karena diduga aplikasi tersebut dimanfaatkan China untuk memata-matai AS.

TikTok ditaksir bernilai miliaran dolar, perusahaan seperti Fox News dan Microsoft dikabarkan akan mengakuisisi TikTok. TikTok dan Microsoft tidak berkomentar atas kabar ini.

TikTok sedang ditinjau oleh Komite Investasi Asing AS untuk melihat kemungkinan bisnis tersebut mengganggu keamanan nasional AS. Tapi, AS belum memutuskan tindakan apa yang akan mereka ambil untuk TikTok.

"Kami sedang memperhatikan TikTok. Kami mungkin akan melarang atau melakukan hal lainnya," kata Trump.

AS khawatir TikTok digunakan China untuk tujuan yang jahat, yang sudah dibantah perusahaan tersebut.

"Kami tidak bersifat politis, kami tidak menerima iklan politik dan tidak punya agenda. Tujuan kami adalah tetap bersemangat, platform dinamis yang bisa dinikmati semua orang," kata CEO TikTok, Kevin Mayer.

TikTok menyatakan tidak berkaitan dengan aktivitas pemerintahan China.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA