Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

Thursday, 23 Zulhijjah 1441 / 13 August 2020

WHO: Dunia Harus Belajar Hidup dengan Virus Corona

Sabtu 01 Aug 2020 11:22 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus  ingatkan pandemi virus corona belum usai. Ilustrasi.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus ingatkan pandemi virus corona belum usai. Ilustrasi.

Foto: EPA
Dirjen WHO ingatkan pandemi virus corona belum usai

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dunia harus belajar hidup berdampingan dengan virus corona. Dia kembali memperingatkan bahwa pandemi belum usai.

"Meskipun pengembangan vaksin terjadi dengan sangat cepat, kita harus belajar hidup dengan virus ini dan kita harus berjuang dengan alat yang kita miliki," kata Ghebreyesus dalam pertemuan komite tingkat tinggi WHO pada Jumat (31/7) dikutip laman Anadolu Agency.

Dia mengungkapkan pada pekan-pekan awal pandemi, terdapat beberapa negara yang tidak terlalu terdampak. Namun saat ini mereka mengalami peningkatan jumlah kasus dan kematian yang signifikan. "Banyak negara yang percaya bahwa mereka telah melewati yang terburuk sekarang bergulat dengan wabah baru," ujarnya.

Ghebreyesus mengatakan bahwa sejak awal virus, banyak pertanyaan ilmiah telah diselesaikan. Namun masih banyak pula yang tetap tidak terjawab. "Hasil awal dari studi serologi melukiskan gambaran yang konsisten: sebagian besar orang di dunia tetap rentan terhadap virus ini, bahkan di daerah yang telah mengalami wabah parah," ucapnya.

Dia menjelaskan pengujian serologis mungkin mengungkapkan proporsi populasi mana yang bisa kebal di masa depan. "Ini akan memungkinkan para pembuat keputusan lokal, nasional, dan internasional untuk merespons secara kolektif dan lebih efektif terhadap pandemi," kata Ghebreyesus.

Saat ini kasus Covid-19 global telah melebihi 17,5 juta, dengan kematian melampaui 677 ribu jiwa. Sementara pasien yang berhasil pulih tercatat sebanyak 10,3 juta orang.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA