Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Sineas Contagion Ingin Tokoh Jahat Antivaksin Difilmkan

Sabtu 01 Aug 2020 11:00 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Matt Damon (kanan) saat berakting dalam film Contagion. Sineas Contagion ingin ada film tentang sosok antivaksin dr Andrew Wakefield untuk menggambarkan betapa jahatnya tokoh itu.

Matt Damon (kanan) saat berakting dalam film Contagion. Sineas Contagion ingin ada film tentang sosok antivaksin dr Andrew Wakefield untuk menggambarkan betapa jahatnya tokoh itu.

Foto: AP Photo/Claudette Barius
Sineas Contagion belum terpikir untuk membuat sekuel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cerita dalam film Contagion yang tayang pada 2011 dianggap punya kemiripan dengan pandemi Covid-19 saat ini. Meski begitu, sineas Contagion tampaknya belum terpikir untuk membuat sekuel.

Penulis skenario Contagion Scott Z Burns justru mendukung lahirnya film baru tentang tokoh antivaksin. Ia gemas dengan pernyataan kontroversial seorang dokter asal Inggris bernama Andrew Wakefield soal vaksin.

Baca Juga

Dokter di AS itu pernah menerbitkan penelitian palsu tahun 1998 yang menghubungkan vaksin campak, gondok dan rubela (MMR) dengan autisme. Melalui pernyataannya, Wakefield juga berusaha mengubah persepsi publik agar tidak percaya terhadap vaksinasi.

"Jika kita memiliki vaksin (Covid-19) tetapi orang tidak mau memakainya karena mereka tidak percaya, maka banyak orang akan terluka, "kata  Burns, dikutip Hollywood Reporter, Sabtu (1/8).

photo
Salah satu adegan di film Contagion. - (Dok Warner Bros Pictures)

Burns mengaku akan senang jika ada seseorang yang membuat film tentang  Wakefield untuk menunjukkan betapa jahatnya tokoh tersebut. Burns menyampaikan pernyataan tersebut dalam diskusi masterclass virtual dengan MetFilm School, sebuah universitas swasta dengan kampus-kampus di London dan Berlin.

Dia mengatakan, Contagion memiliki banyak kesamaan dengan apa yang terjadi sekarang berkat proses penelitiannya yang luas. Sineas juga bekerja sama dengan para ilmuwan yang sekarang terlibat dalam penanganan Covid-19.


Kendati tak menyebutkan nama ilmuwan terkait, Burns mengakui jika hal itu yang menjadi aalasanya memutuskan menerima ajakan diskusi pandemi setelah awalnya menolak permintaan pers pada awal tahun lalu. Burns juga berharap publik terus mempercayai fakta dan mengabaikan pernyataan yang bisa dibilang termasuk pendapat. Dia khawatir fakta dan realita akan menjadi kabur.

"Ada keanehan yang hampir aneh ini dan saya melihat di versi terburuknya di mana Anda tidak diizinkan membela fakta karena semua orang punya pendapat. Senator Amerika Serikat terkenal dari New York bernama Patrick Moynihan pernah berkata, 'Kamu' berhak atas pendapat Anda sendiri, tetapi Anda tidak berhak atas fakta Anda sendiri," ujarnya.

Berita terkait vaksin cukup mendominasi akhir-akhir ini. Ahli penyakit menular terkemuka Dr Anthony Fauci belum lama ini menyatakan optimismenya bahwa vaksin Covid-19 bisa tercipta mulai 2021. Sejalan dengan itu, ia mengingatkan bahwa pembuatan vaksin bukanlah proses yang mudah, sehingga publik harus sedikit sabar menunggu.

"Memasuki tahun 2021, saya pikir saat itu sudah ada vaksin yang berhasil dan jika kita dapat memvaksinasi mayoritas populasi maka kita dapat mulai berbicara tentang normalitas nyata lagi. Tapi itu adalah proses bertahap," kata Fauci.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA