Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Kenali Penyebab Keracunan Gas dalam Mobil

Sabtu 01 Aug 2020 16:05 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Mengendarai mobil. (ilustrasi).

Mengendarai mobil. (ilustrasi).

Foto: Needpix
Gejala keracunan gas di dalam mobil sulit disadari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Kejadian keracunan saat berada di dalam mobil terkadang masih terjadi. Keracunan gas karbon monoksida (CO) bisa terjadi ketika pengendara berdiam di dalam mobil berhenti dan di saat bersamaan AC dan mesin mobil dinyalakan.

Perlu diketahui soal penyebab dan cara-cara untuk menghindari keracunan. Aftersales Division Head Auto2000, Ricky Martawijaya mengatakan, gas CO merupakan salah satu hasil pembakaran mesin mobil yang dibuang melalui saluran knalpot.

Tapi, gas CO tidak terlihat oleh mata dan tidak meninggalkan bau. Gejala keracunan gas ini pun sulit disadari, seperti badan lemas, mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, sakit pada dada dan seperti berhalusinasi.

“Jika kadarnya sudah tinggi bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dan kematian yang cepat. Karena ciri-cirinya tersamarkan, begitu sadar akan sulit mencari pertolongan karena badan terlalu lemas, bahkan untuk sekadar membuka pintu mobil,” kata Ricky dalam keterangan pers kepada Republika.co.id pada Jumat (31/7).

Menurutnya, terdapat beberapa hal yang membuat gas sisa pembakaran mesin mobil bisa masuk ke dalam kabin mobil. Beberapa hal itu dianratanya adalah karena ada kebocoran pipa knalpot.

Mengingat, karat dapat membuat pipa knalpot bisa bocor di tengah dan menyebabkan gas buang keluar di bawah dek mobil. Gas buang yang terakumulasi itu pun kemudian bisa menyusup masuk ke dalam kabin.

Kedua, masuknya gas itu bisa disebabkan oleh sistem AC yang bermasalah. Karena, terdapat komponen sistem pendingin ruang yang bekerja di luar kabin mobil, seperti kompresor dan tabung ekspansi yang diletakkan di ruang mesin. Karena minim perawatan, ada potensi terjadi kebocoran pada salurannya, terutama selang AC dan jalur di firewall.

Selanjutnya, kebocoran juga bisa terjadi karena karat pada body mobil. Mengingat, karat punya potensi untuk timbul di bodi mobil, terutama di dek bawah tempat bersarangnya kotoran.

Menurutnya, jika tidak diatasi, karat akan menyebabkan bodi mobil berlubang dan membuka jalur masuknya gas buang mobil. Karet bodi mobil yang sudah getas pun juga bisa menjadi akses masuknya gas buang.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA