Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Aparat Polresta Sidoarjo Tembak Mati Pengedar Sabu

Jumat 31 Jul 2020 21:14 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Barang bukti sabu sabu (ilustrasi) .  Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta)Sidoarjo, Jawa Timur, menembak mati seorang pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu berinisial S karena melawan saat akan ditangkap petugas.

Barang bukti sabu sabu (ilustrasi) . Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta)Sidoarjo, Jawa Timur, menembak mati seorang pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu berinisial S karena melawan saat akan ditangkap petugas.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Polisi menyebut pengedar sabu sempat mengeluarkan senjata yang ternyata airsoft gun

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta)Sidoarjo, Jawa Timur, menembak mati seorang pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu berinisial S karena melawan saat akan ditangkap petugas.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana saat dikonfirmasi di Mapolresta Sidoarjo mengatakan dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti seperti senjata airsoft gun."Selain itu, petugas juga berhasil menyita barang bukti lainnya seperti narkoba jenis sabu-sabu seberat satu kilogram yang disimpan dalam 10 paket," katanya saat rilis di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (31/7).

Ia mengemukakan, penangkapan kasus itu bermula saat petugas mendapatkan informasi terkait dengan peredaran narkoba di Sidoarjo. "Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan mengarah kepada pelaku, sesuai dengan ciri-ciri yang didapatkan," katanya.

Ia menjelaskan, petugas kemudian berusaha menangkap pelaku karena tidak ingin buruannya itu kabur. "Akan tetapi, saat akan ditangkap petugas, pelaku kemudian mengeluarkan senjatanya tersebut. Karena dirasa membahayakan, petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur hingga pelaku meninggal dunia," katanya.

Petugas, kata dia, selanjutnya membawa pelaku ke Rumah Sakit Pusdik Porong Sidoarjo untuk diotopsi."Dalam kasus itu pelaku dikenakan UU nomor 35 2009 pasal 114, 112 dan 113," katanya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga masih menelusuri asal muasal narkoba tersebut dengan melakukan pengembangan lebih mendalam. "Kami mendapatkan informasi kalau narkoba itu merupakan jaringan lapas," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA