Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

BPBD Lebak Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran di Permukiman

Jumat 31 Jul 2020 21:45 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Kebakaran

Ilustrasi Kebakaran

Foto: Foto : MgRol112
BPBD Lebak telah menyebarkan surat peringatan kewaspadaan kebakaran permukiman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran di permukiman saatmemasuki musim kemarau saat ini.

"Kami selama sepekan terakhir ini mencatat lima kasus kebakaran di permukiman," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Kamis.

BPBD Lebak telah menyebarkan surat peringatan kewaspadaan kebakaran permukiman yang disampaikan kepada aparatur kecamatan, desa dan kelurahan sehubungan memasuki musim kemarau. Dimana musim kemarau itu sangat berpeluang terjadi kebakaran permukiman, terlebih penduduk padat.

Selama ini, kasus kebakaran yang terjadi di Kabupaten Lebak kebanyakan adalah permukiman penduduk.

BPBD Lebak sejak sepekan terakhir ini mencatat lima kasus kebakaran dan terakhir kebakaran menimpa rumah mewah di Kecamatan Cileles dan pabrik baso ikan di Kecamatan Malingping.

Beruntung, kata Kaprawi, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namunkerugian material diperkirakanmiliaran rupiah.

"Kami berharap masyarakat agar mewaspadai kebakaran permukiman dengan melakukan pemeriksaan jaringan kabel listrik agar tidak korsleting (hubungan pendek) yang menimbulkan percikan api," katanya menjelaskan.

Ia juga meminta masyarakat Badui kerapkali terjadi kebakaran permukiman saat musim kemarau akibat kelalaian mematikan bara api di dalam tungku itu.

Apabila, masyarakat Badui pergi ke ladang terlebih dahulu dicek tungku dan jika terdapat bara api segera dipadamkan.

Selama ini, kata dia, kebakaran yang menimpa permukiman masyarakat Badui akibat bara api yang tidak dipadamkan, sehingga api tersebut menyambar ke kayu kering yang disimpan di atas tungku.

"Kami minta warga Badui agar memadamkan bara api setelah memasak yang menggunakan tungku itu agar tidak menimbulkan kebakaran," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA