Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Cegah Penyelundup, Malaysia Adaptasi Strategi Perang Khandaq

Sabtu 01 Aug 2020 04:53 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah

Cegah Penyelundup, Malaysia Adaptasi Strategi Perang Khandaq. Tentara Malaysia. Ilustrasi

Cegah Penyelundup, Malaysia Adaptasi Strategi Perang Khandaq. Tentara Malaysia. Ilustrasi

Foto: EPA-EFE/FAZRY ISMAIL
Pasukan Bersenjata Malaysia (MAF) menggali parit sedalam 2,4 meter.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALANERANG -- Perang Khandaq atau parit merupakan salah satu perang penting dalam sejarah Islam. Ketika itu, Muslim menggali parit untuk menghadapi lawannya.

Baca Juga

Strategi yang sama diterapkan oleh Pasukan Bersenjata Malaysia (MAF). MAF menggali parit sepanjang perbatasan Malaysia-Thailand, khususnya di wilayah Durian Burung. MAF berharap parit itu membantu mereka menghadapi masalah penyelundupan barang dan imigran ilegal.

Komandan Brigade Keenam Brigjen Datuk Mohd Halim Khalid mengatakan keputusan membangun parit diambil karena sebelumnya para penyelundup bisa melintasi perbatasan dengan sepeda motor atau kendaraan roda empat padahal perbatasan sudah dipagari kawat. Tapi tak sedikit dari pagar kawat itu berlubang disana sini oleh ulah penyelundup.

"Dengan parit ini, kendaraan tak bisa lewat menembus pagar perbatasan," kata Halim dilansir dari Bernama, Jumat (31/7).

Parit yang dibuat MAF kedalamannya mencapai 2,4 meter. Tentu sulit bagi kendaraan menembus parit sedalam itu.

Walau demikian, MAF tetap berjaga-jaga jika penyelundup nekat berjalan kaki menembus perbatasan. "Tentara masih menyiagakan pos di perbatasan Durian Burung," ujar Halim.

Halim menyatakan segala upaya penyelundupan akan ditindak tegas. Bahkan jika pelakunya ialah warga lokal di perbatasan.

"Ada penduduk lokal yang bekerja dengan sindikat penyelundup. Mereka memantau patroli kami. Kami berusaha melacak otak kejahatan ini beserta informannya," kata Halim.

MAF yang berjaga di perbatasan menjalani Operasi Benteng yang merupakan operasi di bawah Gugus Tugas Nasional (NTF). Dalam NTF, MAF bertugas bersama kepolisian di Raja Malaysia, otoritas maritim (MMEA) dan badan keamanan perbatasan Malaysia (Aksem). 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA