Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Di Ethiopia, WNI Menahan Tangis Idul Adha

Jumat 31 Jul 2020 18:52 WIB

Red: Yeyen Rostiyani

WNI dan Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur mendengarkan khutbah Idul Adha di Addis Ababa, Jumat (31/7).

WNI dan Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur mendengarkan khutbah Idul Adha di Addis Ababa, Jumat (31/7).

Foto: Istimewa/KBRI Addis Ababa
Masyarakat Muslim Indonesia di Ethiopia merasa bercampur aduk saat Idul Adha.

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Perasaan masyarakat Muslim Indonesia yang bekerja di Ethiopia terasa bercampur aduk saat merayakan Idul Adha, Jumat (31/7). Merasa bahagia karena bisa merayakan hari raya, tetapi merasa sedih dan harus menahan tangis karena jauh dari orang tua dan keluarga. 

Hal itu dikatakan oleh Ina Agustin yang bekerja di Century Garments PLC, perusahaan Indonesia di Hawassa Industrial Park, 270 km selatan kota Addis Ababa. Perasaan yang sama juga dirasakan masyarakat Indonesia yang lain di Ethiopia. 

Kepada masyarakat Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri, Ina berpesan agar jangan menangis dan tetap semangat karena kita tidak harus selalu merayakan Idul Adha bersama keluarga di tanah air. 

“Untuk masyarakat Indonesia di dalam negeri, saya berpesan agar tidak usah pergi ke mana-mana jika tidak sangat diperlukan karena kita harus mematuhi protokol Covid-19,” tambah Ina dalam pembicaraan melalui telepon dengan Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, Jumat.

Perayaan Idul Adha tahun ini oleh masyarakat Indonesia di Ethiopia memang berbeda dari perayaan yang sama tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19. Namun, hal itu tidak mengurangi kekhusukan perayaan. 

“Tahun lalu, salat Idul Adha bersama dan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia diselenggarakan di KBRI. Tahun ini tidak, karena kami harus mematuhi protokol Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah setempat. Kami melakukan salat secara terbatas dengan staf KBRI saja,” kata Al Busyra, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat.

Di KBRI Addis Ababa jumlah warga Indonesia yang menunaikan salat Idul Adha sekitar 20 orang dengan imam dan khotib Ustaz Afan Gaffar. Sementara di Hawassa sekitar 50 orang, yaitu pegawai perusahaan Century Garments PLS, dengan imam Bapak Ahmad dan khotib Usman. Masyarakat Indonesia di Ethiopia saat ini berjumlah sekitar 140 orang. 

Usai salat, panitia penyelenggara perayaan Idul Adha di KBRI Addis Ababa memotong hewan kurban masing-masing satu ekor sapi dan tujuh ekor kambing. Sedangkan, masyarakat Indonesia di Hawassa memotong seekor sapi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA