Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Masjid Istiqlal Dijadwalkan Potong 36 Hewan Qurban Besok

Jumat 31 Jul 2020 18:16 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Huawei Indonesia dan Republika sumbang hewan kurban di Masjid Istiqlal, Rabu (29/7).

[Ilustrasi] Huawei Indonesia dan Republika sumbang hewan kurban di Masjid Istiqlal, Rabu (29/7).

Foto: Eva Rianti
Hewan qurban itu terdiri dari sapi 21 ekor, dan kambing 15 ekor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia Pelaksana Kurban di Masjid Agung Istiqlal, Abu Hirairah mengatakan sampai dengan Jumat (31/7) siang sudah ada 36 ekor hewan qurban. Puluhan hewan itu dijadwalkan dipotong pada Sabtu (1/8). 

Baca Juga

"Jumlah hewan kurban sampai saat ini itu terdiri dari sapi 21 ekor, kambing 15 ekor. Itu sudah termasuk yang punya Pak Presiden dan Wapres," kata Abu saat dihubungi, Jumat (31/7).

Abu mengatakan Presiden Joko Widodo menyerahkan qurban berupa sapi jenis PO atau Peranakan Ongole yang memiliki berat sebesar 1,093 ton. Selama proses pemotongan hewan qurban, hanya panitia yang diperbolehkan berada di kawasan Masjid terbesar di Asia Tenggara itu.

"Tidak boleh (ada warga yang menonton). Ini kita terbatas sekali karena sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Abu.

Abu mengatakan untuk hewan-hewan qurban yang sudah dipotong akan didistribusikan dengan sistem pengantaran langsung ke rumah-rumah warga seperti tahun 2019 lalu. "Persis sama dengan tahun kemarin kami yang mengantarkan ke mustahiknya," ujar Abu.

Namun sedikit berbeda, ada pendistribusian qurban dari Masjid Istiqlal di Idul Adha 2020 yang dilakukan dengan memberikan qurban secara hidup ke tiga lokasi di luar DKI Jakarta. "Tahun ini kami ada distribusikan (qurban) dalam keadaan hidup. Sekitar 3 ekor itu sapi. Itu ke Pusat Studi Alquran, sama Perguruan Tinggi Alquran dan Yayasan Al Idrisiah," kata Abu.

Sebelumnya diberitakan, Masjid Istiqlal pada tahun 2020 ini akan menggunakan kantong plastik sebagai tempat daging hewan qurban. Namun, plastik tersebut ramah lingkungan karena bahan bakunya dari bambu.

"Kami sudah buktikan plastik ini mudah larut dan langsung terurai, jadi kalah besek," kata Abu Hurairah saat dihubungi, Kamis (30/7).

Menurutnya, hal itu dilakukan karena saat ini untuk mendapatkan besek cukup susah karena harus memesan ke Tasikmalaya dan memakan waktu yang cukup lama.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA