Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Harga Sejumlah Komoditas Pertambangan Mulai Naik

Jumat 31 Jul 2020 17:58 WIB

Rep: iit septyaningsih/ Red: Hiru Muhammad

 Petugas Tambang batu Hijau PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) menunjukkan hasil produksi konsentrat di Pabrik Produksi Areal Tambang Batu Hijau, Kecamatan Sengkongkang, Sumbawa Barat, Kamis (18/12).(Republika/Raisan Al Farisi)

Petugas Tambang batu Hijau PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) menunjukkan hasil produksi konsentrat di Pabrik Produksi Areal Tambang Batu Hijau, Kecamatan Sengkongkang, Sumbawa Barat, Kamis (18/12).(Republika/Raisan Al Farisi)

Kondisi tersebut mempengaruhi penetapan harga patokan ekspor yang kena bea keluar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Harga beberapa komoditas produk pertambangan menunjukkan tren positif di tengah pandemi Covid-19. Ini dikarenakan, harga tersebut sudah mulai mengalami kenaikan, pasar internasional pun sudah mulai membuka diri dan terdapat peningkatan permintaan pada beberapa komoditas pertambangan.

Kondisi tersebut memengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode Agustus 2020. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 67 Tahun 2020, tanggal 28 Juli 2020.

“HPE produk pertambangan periode Agustus 2020 mengalami fluktuasi, di antaranya pada komoditas konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenit, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian. Komoditas tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu karena pasar internasional sudah mulai membuka diri," ujar Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Srie Agustina dalam siaran pers yang diterima Republika  Jumat (31/8).

Meski harga beberapa komoditas produk pertambangan meningkat, namun kata Srie, komoditas konsentrat mangan dan  konsentrat rutil masih mengalami penurunan. Itu dikarenakan permintaan terhadap produk tersebut belum sepenuhnya normal. 

Ia menambahkan, sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK yakni konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, danbbauksit yang telah dilakukan pencucian. Lalu perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. 

Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME). Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Agustus 2020 yaitu konsentrat tembaga (Cu = 15 persen) dengan harga rata-rata sebesar 2.653,58 dolar AS per WE atau naik sebesar 7,60 persen.

Kemudian, konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe = 62 persen dan = 1 persen TiO2) dengan harga rata-rata sebesar 89,64 dolar AS per WE atau naik sebesar 4,88 persen. Disusul konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe = 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) = 10 persen) dengan harga rata-rata sebesar 45,80 dolar AS per WE atau naik sebesar 4,88 persen.

Kemudian konsentrat timbal (Pb = 56 persen) dengan harga rata-rata sebesar 737,82 dolar AS per WE atau naik sebesar 5,63 persen. Lalu konsentrat seng (Zn = 51 persen) dengan harga rata-rata sebesar 497,57 dolar AS per WE atau naik sebesar 4,59 persen. Sementara konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe = 56 persen) dengan harga rata-rata sebesar 53,52 dolar AS per WE atau naik sebesar 4,88 persen.

Dilanjutkan konsentrat ilmenit (TiO2 = 45 persen) dengan harga rata-rata sebesar 264,26 dolar AS per WE atau naik sebesar 1,28 persen. Kemudian bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 = 42 persen) dengan harga rata-rata sebesar 21,68 dolar AS per WE atau naik sebesar 4,71 persen. 

Sedangkan, produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya yakni konsentrat mangan (Mn = 49 persen) dengan harga rata-rata sebesar 270,13 dolar AS per WE atau turun sebesar 7,28 persen. Lalu konsentrat rutil (TiO2 = 90 persen) dengan harga rata-rata sebesar 886,35 dolar AS per WE atau turun sebesar 3,27 persen.

Sementara, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe = 54) dengan harga rata-rata 117,98 dolar AS per WE tidak mengalami perubahan. Menurut Srie, penetapan HPE periode Agustus 2020 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA