Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Pentingnya Kebersihan Soft Furniture Rumah saat Pandemi

Jumat 31 Jul 2020 07:18 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Jemur Kasur Bisa Singkirkan Tungau Debu?

Jemur Kasur Bisa Singkirkan Tungau Debu?

Foto: Republika
Bakteri, virus, dan tungau jadi ancaman paling sering ditemui.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas yang terkonsentrasi dalam ruangan dinilai menambah risiko serangan tungau (Dermatophagoides), hewan mikroskopik yang memakan serpihan kulit mati manusia yang tiap jamnya menghasilkan 600 ribu partikel terlepas dari kulit. Tingginya frekuensi kegiatan di dalam rumah juga disebut menambah paparan di soft furniture seperti kasur, sofa maupun karpet dimana tungau biasa bersarang. 

Meski seringkali dianggap bukan hewan yang berbahaya, gigitan dan kotoran tungau dapat menjadi allergen (zat pemicu alergi) dan memicu asma. Ini menimbulkan gejala sesak napas, nyeri dada hingga batuk, hal tersebut dapat menurunkan imunitas tubuh yang sangat kita hindari saat kasus Covid-19 masih terus bertambah.  

Pendiri HydroClean Pratiwi Halim mengatakan, sebuah penelitian juga menunjukkan, rata-rata rumah yang telah dibersihkan setiap hari dapat tetap menyimpan lebih dari 5.000 jenis bakteri dan 2.000 jenis jamur. Untuk itu diperlukan bantuan layanan profesional dalam menuntaskan masalah ini. 

"Sebagai pioneer jasa premium pembersih tungau dan debu profesional pertama di Indonesia, tidak hanya sebagai jasa layanan penyedot tungau dan debu, tetapi juga memastikan rumah tetap higienis dan aman tanpa bahan kimia," kata dia di Jakarta, Kamis (30/7).

photo
Kegiatan membersihkan soft furniture - (Dok. Hyd)

Sistem teknologi HydroAllergenic sendiri, kata dia, dikenal sebagai sistem separator yang memiliki daya hisap lebih dari 20.000 rpm dan mampu memisahkan udara, partikel debu dan tungau yang terhisap dengan pengisolasian 99.99% partikel dalam media air sehingga tidak akan beterbangan ke udara, 100% kering dan bebas bahan kimia. 

"HydroClean juga memperkenalkan inovasi lainnya dalam layanan mereka yaitu MicroTech-Ray™ berupa teknologi penyinaran UV dan pelepasan gas ozon dapat mematikan kuman dan bakteri penyebab penyakit yang ada di udara," kata dia.

"Kami kini tersebar di 20 kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Karawang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Medan, Pekanbaru, Palembang, Batam, Makassar, Balikpapan, Malang, dan Bali," tambah dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA