Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Bruno Major Sapa Penggemar Indonesia Secara Virtual

Kamis 30 Jul 2020 22:57 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Musisi Inggris Bruno Major menyapa penggemar Indonesia lewat temu sapa virtual via aplikasi Zoom, Kamis (30/7).

Musisi Inggris Bruno Major menyapa penggemar Indonesia lewat temu sapa virtual via aplikasi Zoom, Kamis (30/7).

Foto: Tangkapan layar aplikasi Zoom
Bruno Major membagikan ceritanya tentang proses pembuatan album ke dua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Inggris, Bruno Major, menyapa para penggemar di Indonesia lewat temu sapa virtual, Kamis (30/7) petang. Kegiatan yang digelar Awal Recordings bersama Love Da Indonesia itu mempertemukan Major dengan para penikmat musiknya yang dijuluki Hopeless Romantic.

Pada kesempatan tersebut, Major membagikan cerita tentang proses pembuatan album keduanya yang bertajuk To Let A Good Thing Die. Pria kelahiran 1988 itu memiliki banyak sumber inspirasi kala menciptakan 10 lagu yang termuat dalam albumnyarilisan Juni 2020 itu.

"Musik saya tergantung pada apa yang ingin saya tulis. Ketika sedang sedih, saya akan menulis lagu sedih, ketika sedang bahagia saya akan menulis lagu bahagia. Dengan menulis lagu, saya terkadang justru berusaha memahami apa yang saya rasakan," kata Major.

Dia mengakui kerap mendapat ide dari hal-hal sepele. Percakapan menarik dengan kawan di layanan perpesanan, iklan di televisi, dialog dalam film, bisa tiba-tiba memantik inspirasi. Ketika gagasan menghinggapi benaknya, Major segera mencatat itu dalam buku maupun ponselnya.

Deretan judul lagu dalam album barunya antara lain "Old Soul", "The Most Beautiful Thing", "Nothing", "Old Fashioned", dan "I'll Sleep When I'm Older". Tembang lain yakni "Regent's Park", "She Chose Me", "Figment of My Mind", "Tapestry", dan "To Let A Good Thing Die" yang sama seperti tajuk album.

Single pertama, "Old Soul", menggambarkan keletihan yang sering muncul setelah berakhirnya suatu hubungan romansa. Hal itu berbarengan dengan penerimaan seseorang yang patah hati terhadap realita yang ada. Major menyebut lagu tersebut sebagai ode setelah putus cinta.

Lagu lain dalam album, "Regent's Park", terinspirasi intro salah satu sinema animasi favorit Major, 101 Dalmation. Sementara, tembang "To Let A Good Thing Die" merupakan surat cinta yang ditulis Major untuk seseorang yang belum pernah dia jumpai sebelumnya.

Kegelisahan Major mengenai bagaimana cara menghargai waktu, dia tuangkan dalam lagu "I'll Sleep When I'm Older". Keinginan Major amat sepele, yakni bisa tidur nyenyak ketika tua nanti. Sebab, sekarang dia merasa tidak punya cukup waktu untuk menjalani semua aktivitas sekaligus.

"Normalnya, saya menulis lagu di rumah, memulai dengan judulnya terlebih dahulu, baru menulis lirik, membuat melodi, dan lainnya menyusul belakangan," ungkapnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA