Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Saturday, 18 Zulhijjah 1441 / 08 August 2020

Peneliti Sebut Bauran Energi Sulit Terwujud tanpa PLTN

Kamis 30 Jul 2020 20:56 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN (ilustrasi)

Pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN (ilustrasi)

Foto: EPA/Laurent Dubrule
Peneliti sebut EBT agak sulit untuk ditarget 23 persen tanpa energi nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Unggul Priyanto mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) jangan menjadi alternatif terakhir sumber energi. Sebab, kebutuhan listrik masa depan akan bertambah sehingga PLTN dapat mendukung dalam bauran energi nasional.

"Kalau kita mau ganti peranan fosil besar-besaran di pembangkit listrik yang sekarang didominasi batu bara, maka sekarang yang mampu untuk menggantikan hanya nuklir," kata dia, dalam seminar virtual, Jakarta, Kamis (30/7).

Unggul yang pernah menjabat sebagai Kepala Batan periode 2014-2018 juga mengatakan target energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada bauran energi nasional pada 2025 juga sulit dicapai. "EBT agak sulit mau target 23 persen tanpa energi nuklir," ujarnya.

Unggul menuturkan ke depan kebutuhan akan listrik akan semakin tinggi seiring upaya Indonesia menjadi negara maju. Konsekuensinya, kegiatan industri perlu ditopang dan kebutuhan listrik bertambah termasuk untuk rumah tangga dan komersial.

Sementara, energi listrik Indonesia yang saat ini masih didominasi dengan energi fosil juga tidak akan bisa lama bertahan. Sebab, fosil seperti batu bara lambat laun akan habis.

Unggul menuturkan jika beralih pada transportasi berbasis listrik, maka kebutuhan listrik juga akan makin bertambah. Dengan begitu, perlu didukung pasokan listrik yang berkelanjutan dan tidak tergantung pada impor di masa depan.

Unggul menuturkan Indonesia sudah perlu waspada karena sudah menjadi net importer minyak sejak 2003. Indonesia diperkirakan menjadi net importer gas pada 2025, dan net importer batu bara pada 2049.

Untuk itu, pembangkit listrik tenaga nuklir menjadi pilihan yang seharusnya sudah dipikirkan secara serius untuk dikembangkan segera karena kebutuhan listrik bertambah di masa depan menjadi satu hal yang tidak bisa dihindari.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA