Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Mitigasi Gejolak Ekonomi, PGN Ekspansi Pasar Luar Negeri

Kamis 30 Jul 2020 15:55 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Komisaris Utama PGN, Arcandra Tahar, dalam diskusi virtual menjelaskan untuk bisa keluar dari tekanan global dan juga penurunan konsumsi gas dalam negeri PGN perlu melakukan langkah startegis.

Komisaris Utama PGN, Arcandra Tahar, dalam diskusi virtual menjelaskan untuk bisa keluar dari tekanan global dan juga penurunan konsumsi gas dalam negeri PGN perlu melakukan langkah startegis.

Foto: Republika
Untuk bisa keluar penurunan konsumsi gas dalam negeri, PGN perlu ekspansi pasar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi yang terjadi membuat berbagai perusahaan perlu memitigasi resiko. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) juga perlu melakuan upaya startegis untuk bisa terus tumbuh.

Komisaris Utama PGN, Arcandra Tahar, dalam diskusi virtual menjelaskan untuk bisa keluar dari tekanan global dan juga penurunan konsumsi gas dalam negeri PGN perlu melakukan langkah startegis. Ia menjelaskan langkah strategis salah satunya adalah ekspansi pasar luar negeri.

"Langkah pertama tentu adalah efisiensi yang perlu dilakukan oleh perusahaan. Ini tidak bisa ditolerir lagi. Kedua, perlu adanya ekspansi pasar sehingga memperluas jangkauan," ujar Arcandra, Kamis (30/7).

Arcandra menjelaskan untuk efisiensi yang bentuknya dengan melihat, menggunakan, dan evaluasi teknologi baru yang berhubungan dengan supply chain dari gas alam. Baik itu Liquefied Natural Gas (LNG), Compressed Natural Gas (CNG), maupun gas pipa.

“Kemudian memperbaiki sistem yang ada, sistem itu baik dalam hal sales marketing sistem dalam penagihan sistem dalam catatan metering dan lain-lain. Kalau bisa itu jadi target perbaikan sehingga custumer merasa nyaman dengan PGN dalam masa pandemi ataupun masa akan datang,” kata dia.

Strategi berikutnya adalah manajemen akan lebih gencar lagi dalam mencari pertumbuhan industri-industri baru yang berbasis gas. Di sini perlu ada strategi khusus untuk mencari dan membuat konsumen yang selama ini menggunakan energi lain agar mau konversi energinya

“Tentu dengan harga yang kompetitif. Kompetitif maksudnya harus bersaing dengan harga energi lain yang dulu digunakan,” kata Arcandra.

Menurut mantan wakil menteri ESDM itu, pasar pengguna gas masih bisa dibangun, karena potensi masih ada. Tinggal bagaimana menyakinkan konsumen dengan memberikan layanan bagus, handal, dengan harga yang kompetitif.

Selain itu efisiensi juga akan dilakukan di setiap proyek, di antaranya adalah di proyek pipa Rokan. Tidak hanya proyek pipa tapi di berbagai fasilitas atau infrastruktur lain juga akan dijalankan.

Menurut Arcandra, evaluasi akan dilakukan di berbagai proyek yang akan dan sudah terlanjur dikerjakan agar operasional infrastruktur tersebut juga bisa beroperasi dengan efisien. Beberapa Floating Storage Regasification Unit (FSRU) akan dilakukan efisiensi dari sisi tekhnologi. Beberapa project akan dilihat apakah pilihan tekhnologinya sudah benar, costnya benar, dan apakah konsumen bahagia atau tidak.

“Proyek terminal LNG Teluk Lamong Jawa Timur bagian yang sedang kita evaluasi efisiensikan,” kata Arcandra.

Selain itu PGN juga tengah membangun pasar di luar negeri. Sehingga PGN butuh sosok-sosok mumpuni di bidang gas marketing untuk bisa bersaing dengan negara lain dalam rangka memasarkan LNG. “Kita sedang develop market di luar Indonesia,” tandas Arcandra.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA