Kamis 30 Jul 2020 09:13 WIB

Fed Pertahankan Suku Bunga Dekati Nol

Sejak Maret, The Fed telah memangkas suku bunga hingga mendekati nol.

The Fed/Ilustrasi
Foto: ABC News
The Fed/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), pada Rabu (29/7) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol. Kebijakan ini  di tengah kebangkitan baru-baru ini dalam kasus Covid-19 secara nasional.

"Menyusul penurunan tajam, aktivitas ekonomi dan lapangan kerja telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir tetapi masih jauh di bawah level mereka pada awal tahun," kata The Fed dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Baca Juga

"Jalur ekonomi akan sangat tergantung pada perkembangan virus. Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan sangat membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat, dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," kata The Fed, seraya menambahkan bank sentral memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 0-0,25 persen.

"Komite memperkirakan untuk mempertahankan kisaran target ini sampai yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa-peristiwa buruk baru-baru ini dan berada di jalur untuk mencapai target lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga," kata The Fed, mengacu pada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan kebijakan Fed.

The Fed memangkas suku bunga mendekati nol di dua pertemuan yang tidak dijadwalkan pada Maret dan mulai membeli sejumlah besar surat utang pemerintah AS serta sekuritas yang didukung agen hipotek untuk memperbaiki pasar keuangan. Bank sentral juga meluncurkan program pinjaman baru untuk menyediakan hingga 2,3 triliun dolar AS guna mendukung ekonomi dalam menanggapi wabah virus corona.

Perubahan penting sejak pertemuan terakhir The Fed pada awal Juni adalah bahwa tingkat infeksi virus corona telah meningkat di banyak negara bagian AS dan setidaknya 22 negara bagian telah menghentikan atau sebagian membalikkan upaya mereka untuk membuka kembali ekonomi.

"Kami telah memasuki fase baru dalam penanggulangan virus yang sangat penting untuk melindungi kesehatan dan ekonomi kami," kata Ketua Fed Jerome Powell pada Rabu sore (29/7) di konferensi pers virtual.

"Jalan ke depan untuk ekonomi sangat tidak pasti dan akan tergantung pada keberhasilan kami dalam mengendalikan virus. Memang kami telah melihat beberapa tanda dalam beberapa pekan terakhir dalam langkah-langkah baru untuk mengendalikannya yang mulai membebani aktivitas ekonomi," kata Powell, mencatat pemulihan ekonomi penuh AS tidak mungkin sampai orang yakin bahwa itu aman untuk terlibat kembali dalam berbagai kegiatan.

Pertemuan Fed juga berlangsung ketika tunjangan pengangguran federal yang diperpanjang yang diandalkan oleh jutaan orang Amerika akan berakhir pada akhir bulan ini, dan anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat belum menyelesaikan perbedaan mereka mengenai ukuran dan cakupan RUU bantuan Covid-19 berikutnya.

"Ini menunjukkan kepada saya bahwa kedua belah pihak, mereka berselisih tentang berbagai ketentuan, tetapi tetap percaya ada kebutuhan untuk beberapa dukungan fiskal tambahan," kata Powell kepada wartawan.

Mark Zandi, kepala ekonom Moody's Analytics, baru-baru ini memperingatkan bahwa ekonomi AS berada pada risiko serius untuk tergelincir kembali ke resesi double-dip, di mana ekonomi jatuh ke penurunan lain, kecuali Kongres dan pemerintah Trump datang dengan paket penyelamatan fiskal lain sebelum Kongres melanjutkan reses Agustus.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement