Kamis 30 Jul 2020 08:36 WIB

WHO Rilis Panduan Perayaan Idul Adha yang Aman dari Covid-19

WHO menganjurkan kegiatan ibadah sebisa mungkin diselenggarakan di luar ruangan.

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus
Foto: AP
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah mengeluarkan panduan pelaksanaan perayaan Idul Adha yang aman dari Covid-19. Panduan tersebut terutama mencakup penerapan protokol pencegahan penularan penyakit yang disebabkan oleh virus coronatipe baru SARS-CoV-2.

Melalui panduan interim yang dikeluarkan pada 25 Juli 2020, WHO antara lain menganjurkan pembatasan jarak fisik minimal satu meter antarorang sepanjang waktu, pengenaan masker, minimalisir kontak antar-individu, serta pembatasan kerumunan dalam perayaan Idul Adha.

Baca Juga

Selain itu, WHO mendorong orang-orang yang sedang tidak enak badan atau mengalami gejala serupa Covid-19 serta orang-orang berusia 60 tahun lebih yang menderita penyakit seperti diabetes, hipertensi, serta sakit jantung dan paru-paru tidak menghadiri kegiatan ibadah berjamaah karena mereka lebih berisiko mengalami keparahan dan kematian akibat Covid-19.

WHO menganjurkan kegiatan ibadah sebisa mungkin diselenggarakan di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan ventilasi dan aliran udara yang baik, pengaturan aliran keluar masuk orang di tempat pelaksanaan ibadah, penyediaan tempat cuci tangan dan penampung sampah, serta penggunaan sajadah serta perlengkapan ibadah personal.

Panitia juga dianjurkan membersihkan tempat ibadah sebelum dan sesudah kegiatan ibadah berlangsung, menjaga higiene dan sanitasi tempat ibadah, serta rutin membersihkan barang-barang yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, dan pegangan pada tangga.

WHO juga menyampaikan panduan dalam penyembelihan hewan qurban serta penanganan dan pembagian daging qurban sesuai standar keamanan yang berlaku.

Badan kesehatan dunia menganjurkan pengadaan hewan qurban sesuai standar keamanan, khususnya untuk ternak impor; penempatan hewan qurban di kandang dengan luas memadai; dan pemeriksaan hewan qurban untuk mencegah penularan zoonosis.

"Jangan menyembelih hewan yang terlihatsakit dan sediakan ruangan khusus untuk karantina dan isolasi hewan yang diduga sakit," demikian antara lain anjuran WHO.

Di samping itu, WHO menyarankan penyembelihan hewan qurban di fasilitas pemotongan hewan untuk memudahkan penerapan praktik pemotongan hewan sesuai standar sertaprotokol pencegahan Covid-19; pemeliharaan higiene dan sanitasi fasilitas dan peralatan pemotongan hewan; dan pengelolaan limbah pemotongan hewan guna mencegah kontaminasi dan penularan penyakit.

Menurut WHO, petugas penyembelih hewan qurban juga harus menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dengan orang lain, mengenakan masker, membersihkan tangan, dan menerapkan etika batuk dan bersin.

Dalam pembagian daging hewan qurban, WHO menganjurkan penyerahan langsung daging ke rumah penerima guna menghindari kerumunan serta penerapan protokol kesehatan seperti mengenakan masker, mencuci tangan, menerapkan etika bersin dan batuk, serta menjaga jarak dengan orang lain.

Virus SARS-CoV-2 utamanya menular dari manusia ke manusia melalui percikan ludah dan cairan saluran pernafasan saat seseorang batuk, bersin, bicara, atau menyanyi. Infeksi juga bisa terjadi kalau seorang menyentuh permukaan terkontaminasi kemudian mata, hidung, atau mulut sebelum membersihkan tangan.

Menurut WHO, ada bukti yang menunjukkan penularan virus tersebut dari manusia ke hewan. Orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 bisa menularkan virus ke mamalia lain seperti kucing, anjung, dan ternak.

Kendati belum jelas apakah mamalia yang terinfeksi bisa menularkan kembali virus tersebut ke manusia,WHO mengingatkan pentingnya kewaspadaan untuk mencegah potensi penularan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dalam pelaksanaan penyembelihan hewan qurban dan ibadah jamaah pada Hari Raya Idul Adha.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement