Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Ma'agan Michael Ship, Bukti Kerukunan Antaragama Zaman Kuno

Rabu 29 Jul 2020 23:12 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

Ma'agan Michael Ship, Bukti Kerukunan Antaragama Zaman Kuno. Foto ilustrasi: Industri Kapal Dunia Islam Ilustrasi

Ma'agan Michael Ship, Bukti Kerukunan Antaragama Zaman Kuno. Foto ilustrasi: Industri Kapal Dunia Islam Ilustrasi

Foto: gulfnews.com
Bukti kerukunan antaragama bisa dilihat di kapal Ma'agan Michael Ship.

REPUBLIKA.CO.ID, JERUSALEM--Penemuan kapal karam abad ke-8 di lepas pantai Israel membuat banyak peneliti mulai menggali informasi tentang pembangunan kapal-kapal Mediterania kuno serta interaksi antar agama yang berlangsung pada masa itu.

Kapal yang dikenal sebagai Ma'agan Michael Ship itu, ditemukan pada 1985, tetapi penggaliannya baru dilakukan beberapa tahun lalu. Kapal berusia 1.300 tahun itu hanya tenggelam beberapa puluh meter dari pantai, dengan sisa-sisa kargo yang masih utuh.

Kapal itu memiliki amphorae (tembikar bergaya Yunani dan Romawi), dua di antaranya adalah yang pertama dari jenisnya yang ditemukan. Sedangkan berbagai macam item lain, diketahui berasal dari Bizantium.

Kapal itu sendiri adalah contoh dari konstruksi kerangka pertama (shell-first construction), yang digambarkan Deborah Cvikel, seorang penulis dari kedua makalah akademis mengenai kapal karam, mengandalkan sendi dan penjepit untuk menyatukan kapal.

Jenis konstruksi ini sangat berbeda dari konstruksi kerangka pertama dari abad ke-5 dan ke-6, yang menunjukkan perkembangan metode-metode pembuat kapal pada zaman itu. Kapal Michael Ma'agan juga memiliki satu-satunya jangkar kayu satu tangan yang berisi timah.

Kehadiran barang-barang komersial baik dari kerajaan Kristen dan Islam telah menantang gagasan terbatasnya  perdagangan antara kedua budaya. Pemeriksaan lebih lanjut menemukan berbagai simbol Kristen bersama dengan nama Allah yang tertulis pada kayu kapal itu sendiri dan tembikar yang ditemukan bersamanya.

Justru karena percampuran simbol-simbol keagamaan inilah para arkeolog yang mempelajari sisa-sisa kapal tidak dapat menentukan apakah kru itu Kristen atau Muslim. Jika itu campuran, maka kapal itu bisa menjadi contoh utama persatuan antar agama di dunia kuno.

Baca Juga

Sumber:

 https://aleteia.org/2020/07/29/8th-century-shipwreck-adorned-with-both-christian-and-islamic-faith-symbols/

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA