Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Sara Ditanya Soal Politik Dinasti, Dasco yang Membantah

Rabu 29 Jul 2020 17:37 WIB

Red: Andri Saubani

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menyerahkan dukungan kepada bakal calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswasti di Kantor Fraksi Partai Nasdem, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/7).

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali menyerahkan dukungan kepada bakal calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswasti di Kantor Fraksi Partai Nasdem, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/7).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo akan maju di Pilkada Tangsel 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad ikut menjawab saat keponakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) ditanya wartawan soal isu dinasti politik. Momen itu terjadi seusai Sara secara resmi mendapatkan dukungan dari Nasdem.

"Itu bukan dinasti, dinasti dari mana? Keluarganya (Sara) enggak ada jadi kepala daerah kok dinasti," ujar Dasco tiba-tiba saat wartawan masih mewawancarai Sara terkait isu dinasti politik di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/7).

Wakil Ketua DPR RI itu tampak tidak setuju dengan pertanyaan salah seorang wartawati, yang ingin meminta tanggapan Sara, atas isu dinasti politik yang faktanya tengah berkembang di masyarakat tersebut. Mungkin bercanda, Dasco kemudian menghampiri wartawati tersebut dan menyemprotkan hand sanitizer ke lengannya satu kali.

Sufmi Dasco memang dikenal akrab dengan wartawan di DPR RI. Ia juga sering menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan kepadanya. Tak ayal, tingkahnya itu memancing tawa dari sebagian wartawan lain yang melihat kejadian tersebut.

Kendati mendapat pertanyaan demikian, Sara tampak tidak marah dengan pertanyaan itu. Ia tetap menjawab pertanyaan wartawan yang diajukan kepadanya.

"Saya tidak fokus kepada isu yang tadi disebut, dinasti politik, karena sekarang dilihat di Tangsel, kondisi lapangan (playing field) -nya itu rata. Kita sama semuanya di sini, ada yang membawa kekuatan dan kekuasaan masing-masing. Jadi tinggal masyarakat yang diberikan pilihan, silakan pilih di antara kami. Siapa yang memiliki wacana dan visi-misi yang memang terbaik untuk masyarakat Tangsel," ujar Sarah.

Baca Juga

Pasangan Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) yang diusung Partai Gerindra di Pilkada Tangsel 2020 mendatang juga mendapat dukungan dari Nasdem. Dukungan tersebut diserahkan secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad M Ali kepada Sara di Kantor Fraksi Partai Nasdem, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/7).

"Secara keseluruhan kan partai Nasdem ini partai terbuka, kita tidak mengkhususkan partai tertentu bisa berkoalisi dan tidak berkoalisi. Yang mempersatukan Nasdem dan Gerindra adalah ideologinya, kita sama-sama punya ideologi yang sama," kata Ali di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Dengan demikian Pasangan Muhamad-Sara resmi didukung oleh PDIP, Partai Gerindra, Partai Nasdem, dan Partai Hanura. Sementara pasangan Benyamin-Pilar didukung Partai Golkar, Serta pasangan Siti Nur Azizah-Ruhamaben diusung Partai Demokrat dan PKS.

photo
Kontroversi Pilkada di tengah pandemi Covid-19. - (Berbagai sumber/Republika)

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA