Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Keluarga Presiden Maju Pilkada, PAN: Boleh Saja

Rabu 29 Jul 2020 17:21 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Indira Rezkisari

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan majunya anggota keluarga Presiden atau politikus adalah wajar. Praktik tersebut juga terjadi di belahan dunia lain.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan majunya anggota keluarga Presiden atau politikus adalah wajar. Praktik tersebut juga terjadi di belahan dunia lain.

Foto: dok. Istimewa
Majunya keluarga penguasa dalam pilkada dianggap PAN lazim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pihak mengkritisi majunya sejumlah orang yang memiliki hubungan keluarga dengan pejabat negara berkaitan dengan dinasti politik. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menilai hal tersebut bukan merupakan hal yang salah.

"Ya dalam demokrasi boleh saja, tapi kan hak setiap negara Anda boleh maju juga dalam pilkada," ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu di kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (29/7).

Menurutnya, seorang anggota keluarga politikus maju dalam pemilihan pemimpin suatu daerah, hal yang biasa terjadi di berbagai negara. Ia juga membandingkan profesi lain, seperti dokter dan tentara yang biasanya juga diikuti oleh anaknya.

"Kalau keluarga dokter, keluarganya dokter lagi gitu. Kalau ada pengusaha, pengusaha lagi. Ini di mana salahnya gitu," ujar Zulhas.

PAN sendiri telah menyatakan dukungannya kepada Gibran Rakabuming Raka untuk pemilihan wali kota (Pilwakot) Solo. Rekomendasi tersebut, kata Zulhas, sudah keluar sejak awal.

"Sama sudah kan kota Solo ya, Gibran. (Rekomendasi) Sudah dari awal," ujar Wakil Ketua MPR itu.

Sedangkan untuk Pilwakot Medan, PAN mendukung menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution. PAN menilai, Bobby merupakan kandidat yang paling siap.

"Kita sudah memutuskan mendukung Bobby. Karena begini, saya mendukung Bobby PAN ini kita ingin pilkada ini pemilihan wali kota jadi adu konsep," ujar Zulhas.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA