Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Tingkatkan Mutu Robusta di Rumah Belajar Ulubelu

Rabu 29 Jul 2020 09:30 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Aktivitas di Rumah Belajar di Desa Sukamaju, Tegal Rajo, Ulubelu, Tanggamus, Lampung.

Aktivitas di Rumah Belajar di Desa Sukamaju, Tegal Rajo, Ulubelu, Tanggamus, Lampung.

Foto: Republika/Prayogi
Rumah Belajar dapat dukungan dari Pertamina Geothermal Energy lewat program CSR-nya.

REPUBLIKA.CO.ID, ULUBELU, TANGGAMUS -- Berlokasi di ujung dusun Tegal Rejo, Rumah Belajar menjadi salah satu tempat menguji mutu fisik biji kopi robusta di Kecamatan Ulubelu, Tanggamus, Lampung. Tempat ini sudah empat tahun berdiri.

Pengelolanya, Kukuh Diki Prasetia, mengatakan sebagai tempat menguji, Rumah Belajar berupaya melakukan pengecekan dan evaluasi kualitas kopi robusta secara berkala. Setidaknya setiap tahun sekali. 

Adapun pengecekan yang dilakukan di antaranya terhadap fisik biji kopi. Misalnya cacat (defect), lubang, hingga pecah. Lainnya, mengukur berapa persen kadar air dalam green bean.

"Kriteria green bean bermutu setidaknya memiliki bentuk kadar air di bawah 12 dan bijinya tidak hitam, tidak pecah atau luka akibat proses penggilingan," ungkap Kukuh, kepada Republika.co.id, Kamis (29/7). 

Kukuh menambahkan selain pengecekan mutu fisik secara mandiri, Rumah Belajar juga mengirimkan sampel kopi ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember setiap tahun. Tujuannya, mendapat penilaian berupa skor mengenai kualitas kopi petani mereka.

"Pengiriman sampel biasanya dilakukan setiap tahun awal musim panen. Tujuan menilai mengevaluasi berapa baik penanangan pascapanen," kata pengusaha kopi berusia 28 tahun ini. 

Ia mencontohkan untuk kelas fine robusta misalnya umumnya memiliki skor lebih dari 80. Tahun lalu, pihaknya pernah mendapatkan skor 78 untuk biji kopinya. Dari situlah Rumah Belajar mengupayakan perbaikan terhadap mutu kopi yang dikirimkan. 

photo
ktivitas di Rumah Belajar di Desa Sukamaju, Tegal Rajo, Ulubelu, Tanggamus, Lampung - (Republika/Prayogi)

Kukuh menjelaskan Rumah Belajar didirikan pada 2017. Awalnya sebagai tempat berbagi ilmu tentang kopi robusta di sesama para petani muda di Desa Sukamaju, Tegal Rejo. Sejak 2018, tempat ini kemudian mendapat dukungan dari Pertamina Geothermal Energy melalui program corporate social responsibility-nya (CSR). Dukungan berupa pendampingan dan penyediaan beberapa sarana.

Dari rumah ini lahir juga komunitas kelompok kopi Komunitas Bumi Ulubelu. Bukan hanya sebagai tempat menguji kopi, Rumah Belajar juga menjadi tempat diskusi, berbagi ilmu, dan wawasan mengenai penanganan kopi robusta yang baik. "Kami juga pernah mendatangkan beberapa narasumber atau pembicara kompeten di bidangnya, seperti pegiat kopi dari Akabay Coffe Riko Damura untuk berbagi ilmu," kata Kukuh.

photo
Manager Planning and Engineering PGE Arena Ulubelu Heri Susanto. - (Republika/Surya Dinata)

Sementara itu, Manager Planning and Engineering PGE Arena Ulubelu Heri Susanto mengatakan, dukungan untuk Rumah Belajar merupakan bagian dari peran aktif perusahaan dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tempat ini juga diharapkan terus menjadi sarana dalam berdiskusi tentang kopi, baik itu kelompok maupun masyarakat. Tujuannya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kopi yang dihasilkan.

"Alhamdulillaah dengan adanya rumah belajar ini, kelompok dapat menambah ilmu dan meningkatkan mutu kopi dari mulai pertaniannya hingga pascapanen. Harapan kami, semoga apa yang telah kami berikan ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi kelompok tetapi bermanfaat juga bagi masyarakat sekitarnya," kata Heri.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA