Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Jepang Kecam Patung 'Wanita Penghibur' di Korea Selatan

Rabu 29 Jul 2020 01:16 WIB

Red: Christiyaningsih

Patung baru berbentuk pria menyerupai Perdana Menteri Jepang membungkuk kepada seorang wanita - Anadolu Agency

Patung baru berbentuk pria menyerupai Perdana Menteri Jepang membungkuk kepada seorang wanita - Anadolu Agency

Patung baru berbentuk pria menyerupai Perdana Menteri Jepang membungkuk kepada seorang wanita - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Jepang mengecam keras tindakan Korea Selatan memajang patung yang memperlihatkan seorang lelaki yang menyerupai Perdana Menteri Shinzo Abe membungkuk kepada seorang "gadis penghibur", sebuah nama yang diberikan kepada para wanita yang dipaksa menjadi budak seks sebelum dan selama Perang Dunia II oleh tentara Jepang di wilayah-wilayah pendudukan.

Baca Juga

"Jika laporan media tentang instalasi bernama Penebusan Dosa Abadi itu benar, itu akan secara pasti berdampak pada hubungan kedua negara," kata juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga seperti dikutip oleh Kyodo News.

Patung itu dipasang di taman botani di Pyeongchang, timur laut Korea Selatan.

Kepala Kebun Raya Korea mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa patung itu tidak bermaksud menyerupai Abe atau melayani tujuan politik apa pun.

Kedua negara sudah terlibat dalam sengketa perdagangan setelah pengadilan Korea Selatan meminta perusahaan Jepang membayar kompensasi kepada para korban kebijakan perbudakan seksual.

Dalam tanggapan langsung, Jepang menghentikan ekspor bahan kimia penting dan barang-barang lainnya ke industri teknologi Korea Selatan. Wanita penghibur tetap menjadi isu utama di antara kedua negara sejak Korea meraih kebebasan dari Jepang di tahun 40-an.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/jepang-kecam-patung-wanita-penghibur-di-korea-selatan/1924893
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA