Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Angka Kematian Covid-19 Meningkat Drastis, Jatim Teratas

Selasa 28 Jul 2020 16:45 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas pemakaman mengali pusara untuk pemakaman penanganan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. Berdasarkan data Satgas Pananganan Covid-19, jumlah kematian hingga Selasa (28/7) sebanyak 4.901 kasus. (ilustrasi)

Petugas pemakaman mengali pusara untuk pemakaman penanganan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. Berdasarkan data Satgas Pananganan Covid-19, jumlah kematian hingga Selasa (28/7) sebanyak 4.901 kasus. (ilustrasi)

Foto: ANTARA /MUHAMMAD ADIMAJA
Jumlah kematian akibat Covid-19 pada pekan ini 618 jiwa, pekan lalu 494 kematian.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rr Laeny Sulistyawati, Fergi Nadira B

Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 mencatat Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi akibat Covid-19 hingga Selasa (28/7). Berdasarkan data yang dirilis hari ini, total kematian akibat Covid-19 secara nasional berjumlah 4.901.

"Jatim mengalami kematian kumulatif terbanyak yaitu 1.589, kemudian di peringkat kedua DKI Jakarta 759, ketiga Jawa Tengah 564, kemudian keempat Sulawesi Selatan sebanyak 302, dan peringkat kelima yaitu Kalimantan Selatan sebesar 271," ujar Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Wiku Adisasmito saat bicara di konferensi virtual di akun youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (28/7).

Baca Juga

Wiku menyebutkan, jumlah orang yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 sebanyak 618 jiwa di pekan ini dan meningkat cukup drastis dibandingkan sepekan sebelumnya yaitu 494 jiwa. Ia mengakui, kematian akibat penularan Covid-19 secara nasional mengalami kenaikan sekitar 25 persen.

"Jadi, kita perlu berusaha keras agar dapat menekan angka kematian akibat Covid-19. Harapannya semoga jumlah kematian bisa menurun pekan ini, mari kita terutama para tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dan anggota masyarakat untuk betul-betul bekerja sama dan memperhatikan kondisi saat ini," katanya.

Tak hanya alami kematian terbanyak, Jatim lagi-lagi mencatatkan diri sebagai provinsi terbanyak alami perkembangan kasus positif Covid-19 secara pekanan. Wiku menyebutkan Jatim provinsi terbanyak mengalami penambahan kasus positif Covid-19 yaitu sebanyak 20.539 kasus.

Kemudian, dia melanjutkan, DKI Jakarta di peringkat kedua dengan 19.125 kasus. Selanjutnya, ranking ketiga adalah Sulawesi Selatan 8.881 kasus, peringkat keempat Jawa Tengah sebesar 8.412 kasus, dan terakhir atau kelima adalah Jawa Barat sebanyak 6.039 kasus.

Jumlah kasus baru di kelima provinsi tersebut, diakui Wiku, berkontribusi cukup besar pada jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. Bahkan, ia menyebutkan kasus positif Covid-19 baru hingga pekan ini yaitu sebanyak 12.364.

"Ini perlu menjadi perhatian untuk kita semua terutama daerah penyumbang kasus positif terbanyak mingguan agar pemerintah daerah (pemda) bersama masyarakat betul-betul dapat menekan laju kasus ini dan menerapkan prtokol kesehatan dengan ketat," katanya.

Pada Senin (27/7), Satgas juga merilis 10 kabupaten/kota yang mengalami angka kematian tertinggi akibat Covid-19. Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) masih menduduki peringkat pertama dengan angka kematian 27,22 per 100 ribu penduduk.

Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebutkan 10 kabupaten/kota dengan angka kematian tertinggi akibat Covid-19 ini tersebar. Setelah Surabaya, posisi kedua yaitu Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan angka kematian 18,20 per 100 ribu penduduk, dan Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menyusul dengan angka kematian 18,17 per 100 ribu penduduk.

"Pertama yaitu Kota Surabaya 27,22 per 100 ribu penduduk," ujar Dewi.

Di peringkat keempat, dia melanjutkan, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah yaitu 17,94 per 100 ribu penduduk. Kemudian peringkat kelima yaitu Kota Semarang, Jawa Tengah dengan angka kematian 17,26 per 100 ribu penduduk, keenam Jakarta Pusat, DKI Jakarta 15,67 per 100 ribu penduduk.

Ranking ketujuh, Dewi melanjutkan, Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat  (NTB) dengan angka kematian 15,56 per 100 ribu penduduk. Kemudian posisi delapan, dia melanjutkan, Kota Makassar di Sulawesi Selatan dengan angka kematian 14,45 per 100 ribu penduduk.

"Posisi sembilan yaitu Kota Banjarbaru di Kalsel dengan angka kematian 13,90 per 100 ribu penduduk. Posisi terakhir adalah Kota Gorontalo di Gorontalo dengan angka kematian 9,97 per 100 ribu penduduk," katanya.

Bahkan, Kota Surabaya lagi-lagi mencatatkan diri sebagai kabupaten/kota yang alami kematian terbanyak. "Ada 803 kematian di Kota Surabaya," kata Dewi.

Kemudian, dia melanjutkan, Kota Semarang menyusul dengan kematian sebanyak 289 jiwa. Ketiga, ia menyebutkan Kota Makassar dengan kematian 214 kematian. Peringkat keempat, dia melanjutkan, yaitu Jakarta Pusat sebanyak 180 kematian. Posisi kelima, dia menambahkan, Jakarta Timur 156 kematian, kemudian dibuntuti Jakarta Selatan dengan 150 kematian, Jakarta Barat 149 kematian, Kabupaten Sidoarjo 140 kematian, posisi sembilan Kota Banjarmasin 122 kematian, dan terakhir Jakarta Utara 118 kematian.

Karena itu, Dewi meminta pemerintah daerah (pemda) harus berhati-hati. Pihaknya mencatat perkembangan hingga 19 Juli 2020 bahwa 11,88 persen atau 61 kabupaten/kota mengalami kematian diatas 10 orang.



Kendati demikian, ia menyebutkan 26,65 persen atau 137 kabupaten/kota alami kematian dua hingga 10 orang. Kemudian 15,17 persen atau 78 kabupaten atau kota mengalami kematian satu orang, dan 46,3 persen atau 238 kabupaten/kota tidak ada kematian.

"Tetapi Covid-19 adalah penyakit yang sangat dinamis jadi jangan lengah.  Semua jangan merasa aman, kalau bisa kabupaten/kota menuju angka yang lebih baik," ujarnya.

Adapun, angka kematian dari kasus Covid-19 secara global telah melampaui 650 ribu jiwa, hingga Selasa (28/7). Data statistik Worldometers yang diperbaharui setiap jam mengikuti laporan pemerintah negara-negara di dunia mencatat kematian akibat Covid-19 sebanyak 656.559 jiwa.

Sejak muncul di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina akhir tahun lalu, virus ini juga telah menginfeksi 16.644.069 orang. Lebih dari 100 ribu kematian telah dicatat sejak 9 Juli, dan jumlah korban global meningkat dua kali lipat hanya dalam waktu dua bulan.

Amerika Serikat (AS) mencatat kematian tertinggi dengan catatan 150.444 kematian, diikuti oleh Brasil dengan 87.679, Inggris dengan 45.759, Meksiko 44.022 dan Italia dengan 35.112 kematian. Sementara jumlah kasus tertinggi juga tercatat pada AS dengan catatan lebih dari 4,4 juta kasus.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus meyakini bahwa negara-negara di dunia harus mampu melawan virus. Menurutnya, hanya dengan kepatuhan ketat pada langkah-langkah pencegahan, dari mengenakan masker hingga menghindari keramaian, dunia akan berhasil mengalahkan pandemi.

"Di mana langkah-langkah ini diikuti, kasus turun. Di mana tidak, kasus naik," katanya.

photo
Rekor Kasus Covid-19 di Indonesia - (Infografis Republika.co.id)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA