Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

PYI Gelar Webinar 'Mengatasi Kejenuhan Anak'

Selasa 28 Jul 2020 16:13 WIB

Red: Rahmat Santosa Basarah

   PYI Gelar Webinar

PYI Gelar Webinar

Foto: PYI
Antara lain dengan cara membuat ruangan khusus belajar anak

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat  ini menyebabkan banyak anak sekolah mengeluh bosan akibat terlalu lama Belajar di dalam rumah. Untuk mengurangi kejenuhan yang muncul tersebut , peran serta orang tua di rumah sangat perlu agar anak tidak merasa bosan.  Untuk membantu para orang tua agar dapat mengatasi kebosanan yang muncul ini, Lembaga Amil Zakat Panti Yatim Indonesia menggelar Webinar yang bertajuk 'Mengatasi Kejenuhan Anak Di tengah Pembelajaran Daring', dengan nara sumber Poppy AmaliaM.Psi. PsI. Dalam Webinar yang digelar akhir pekan lalu, menghadirkan Poppy Amalia yang merupakan Ahli Psikolog, NLP, dan juga Micro expression. Sebagai host  adalah Zhi Alatas.

Manajer Marketing Komunikasi Andriansyah mengatakan dengan diadakannya webinar tersebut, diharapkan para orang tua dapat mengetahui cara-cara dalam mengatasi kejenuhan atau kebosanan anak di tengah pembelajaran daring di rumah. Kegiatan webinar yang diikuti oleh para pengurus asrama  Panti Yatim Indonesia dan juga para orangtua berlangsung selama 90 menit. 

''Diharapkan melalui webinar itu, para peserta dapat mengetahui cara-cara mengatasi kejenuhan anak dalam proses belajar daring serta peserta juga dipersilahkan bertanya mengenai permasalahan yang selalu muncul. Seperti bertanya mengatasi kejenuhan anak dalam belajar dirumah ataupun permasalahan anak lainnya,'' papar Andriansyah dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (28/7).

Sementara Poppy Amalia memberi berbagai solusi kepada partisipan mengenai solusi mengatasi kejenuhan anak di tengah pembelajaran daring. Seperti membuat sesi homeschooling jadi menyenangkan dengan cara membuat ruangan khusus belajar anak. Serta disediakan peralatannya, masak jajanan sekolah bersama anak, dan lain sebagainya.

Terlalu lama pembelajaran daring di rumah juga dapat menimbulkan cabin fever, yaitu perasaan sedih, bosan, dan juga gelisah yang disebabkan terlalu lama terisolasi di rumah. Karena, ungkap Poppy, jenuhnya berada di rumah bukan tidak mungkin menyebabkan anak rewel bahkan menangis minta keluar. Bila sudah seperti ini, orang tua harus lebih kreatif mencari cara agar anak nyaman berada didalam rumah.

Dalam webinar tersebut, para partisipan terlihat antusias dalam memberikan pertanyaan mengenai permasalahan kejenuhanan akhingga permasalahan anak lainnya. Di akhir penyampaian materinya,  Poppy Amalia mengajak para partisipan untuk bisa melaksanakan qurban di Panti Yatim Indonesia (PYI),  sekaligus sarana pengajaran kegiatan sosial yang melibatkan anak.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA