Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

MTQ Nasional XXVIII Diluncurkan Secara Virtual

Selasa 28 Jul 2020 12:50 WIB

Red: Ani Nursalikah

MTQ Nasional XXVIII Diluncurkan Secara Virtual. Menteri Agama, Fachrul Razi (kanan), menyaksikan atraksi silat secara virtual saat Launching Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28, di Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/7/2020). Peluncuran itu sebagai bentuk kesiapan Provinsi Sumbar menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional, yang akan digelar pada 12-21 November 2020.

MTQ Nasional XXVIII Diluncurkan Secara Virtual. Menteri Agama, Fachrul Razi (kanan), menyaksikan atraksi silat secara virtual saat Launching Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28, di Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/7/2020). Peluncuran itu sebagai bentuk kesiapan Provinsi Sumbar menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional, yang akan digelar pada 12-21 November 2020.

Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
MTQ Nasional XXVII akan digelar di Padang pada 12-21 November 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Publikasi MTQ Nasional XXVII di Sumatra Barat diluncurkan secara virtual, Selasa (28/7). Publikasi dihadiri Menteri Agama Fachrul Razi dan sejumlah Dirjen Kementerian Agama di Jakarta, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama jajaran di Padang dan para gubernur di seluruh Indonesia.

"Kami mengapresiasi Sumbar yang berkomitmen melaksanakan dan menyukseskan MTQ Nasional XXVIII di Padang pada 12-21 November 2020, meski dalam kondisi yang tidak biasa," kata Mentri Fachrul Razi.

Ia mengatakan pandemi Covid-19 jangan menjadi penghalang untuk produktif dan proaktif melaksanakan dan menjalankan berbagai kegiatan positif, termasuk MTQ. MTQ penting artinya karena diharapkan bisa menjadi katalisator perubahan masyarakat jadi lebih baik. Karena itu MTQ jangan hanya jadi kontestasi semata tapi juga untuk menstimulasi umat agar mau mempelajari Alquran dan memahami isi yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga

"Data kita saat ini masih ada 65 persen umat Islam di Indonesia yang masih buta aksara Alquran. Angka itu sangat tinggi untuk negara yang mayoritas Muslim," ujarnya.

Hal itu juga akan berbanding lurus dengan tingkat pemahaman penghayatan yang berasal dari Alquran. "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberantas buta aksara Alquran ini," katanya.

Dalam pelaksanaan MTQ XVIII dalam kondisi Covid-19, Menteri Agama FachrulRazi berpesan lima hal yang harus dilakukan. Pertama, seluruh pihak harus berkomitmen penuh menerapkan protokol kesehatan di semua lini. Aspek regulasi dan anggaran untuk memastikan hal itu menjadi prioritas utama.

Kedua, persoalan fisik dan non fisik seperti kesiapan kafilah, dewan hakim dan lainnya harus disiapkan sesuai kondisi. Tiga, anggaran dari APBN APBD atau pihak ketiga harus transparan agar tidak menimbulkan kesulitan dalam pertanggungjawaban.

Empat, setiap daerah berlomba dengan kemampuan sendiri, tidak ada peserta dari luar daerah untuk meraih kejayaan semata. Untuk memastikannya telah digunakan aplikasi e MTQ.

Fachrul berharap pelaksanaan MTQ XXVIII dapat mengangkat dan membangkitkan syiar Islam yang lil alamin. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Ketua LPTQ Nasional, Kamaruddin Amin dalam laporannya mengatakan peluncuran MTQ Nasional hari ini adalah bentuk publikasi kesiapan Sumbar melaksanakan agend atersebut meski di tengah pandemi Covid-19.

Perlombaan akan digelar secara langsung di Padang pada 12-21 November 2020. "Kami berkomitmen menyukseskan MTQ Nasional XXVIII dengan perencanaan yang antisipatif dan penerapan protokol kesehatan," katanya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengutarakan rasa terima kasih atas kepercayaan semua pihak sehingga MTQ Nasional XXVIII di Padang tetap bisa terlaksana meski di tengah pandemi. Ia meyakinkan, Sumbar sudah aman untuk dikunjungi. Penyebaran virus sudah melandai. Penerapan protokol kesehatan dengan disiplin juga mengurangi potensi penyebaran Covid-19.

Positive rate Sumbar 1,45 persen. Positive rate adalah rasio jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 berbanding total pemeriksaan spesimen suatu daerah.

Standar WHO untuk positive rate paling tinggi lima persen. Artinya, Sumbar sudah sangat baik karena berada jauh di bawah standar batas tertinggi itu.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA