Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Sekjen LPOI: Beruntung Indonesia Punya Ormas Islam

Senin 27 Jul 2020 23:22 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sekjen LPOI menilai beruntung Indonesia mempunyai ormas Islam. Ilustrasi umat Islam indonesia.

Sekjen LPOI menilai beruntung Indonesia mempunyai ormas Islam. Ilustrasi umat Islam indonesia.

Foto: Republika/Yasin Habibi
Sekjen LPOI menilai beruntung Indonesia mempunyai ormas Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), H Denny Sanusi BA, mengatakan perlu upaya bersama melakukan pencegahan dan deteksi dini agar konflik di luar negeri tidak merembat ke Indonesia.

Denny mengatakan saat ini di luar negeri, khususnya di Timur Tengah, dikhawatirkan akan merembat ke Indonesia, sehingga perlu upaya pencegahan yang serius dari pemerintah dengan dukungan dari masyarakat.

Baca Juga

"Kita optimistis yang namanya ‘Arab Spring’ yang kemarin terjadi itu tidak akan terjadi di Indonesia. Keyakinan ini berdasarkan suatu analisis dan sekaligus apa yang ada di rakyat Indonesia, karena di Timur Tengah tidak ada yang namanya ormas (organisasi kemasyarakatan) apalagi ormas keagamaan. Yang ada paling ormas kepemudaan seperti ormas olahraga dan lainnya," kata Denny Sanusi, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut dia, bangsa Indonesia ini sungguh luar biasa karena memiliki banyak sekali ormas keagamaan yang sebagian besar ormas Islam dan juga ormas-ormas lainnya, namun hubungan antarormas dan masyarakatnya sendiri ini juga sangat baik.

“Karena perbedaan-perbedaan seperti etnis dan adat istiadat itu telah disatukan oleh para 'founding fathers' kita waktu awal kemerdekaan dengan adanya Bhinneka Tunggal Ika, adanya Pancasila dan juga ada NKRI," tuturnya.

Dirinya meyakini bahwa para pemuka agama, khususnya dari komunitas Islam, akan maksimal untuk mencegah hal-hal yang mengarah kepada konflik berkepanjangan, seperti yang terjadi di Timur Tengah tersebut agar tidak sampai terjadi di Indonesia.

“Kita juga di LPOK ada yang namanya lintas agama, karena kami terdiri dari 14 ormas Islam dan 6 ormas keagamaan lainnya. Ada ormas Katolik, Buddha, Hindu yang kesemuanya bekerja bersama,” ujarnya.

Keberadaan LPOK dengan 20 ormas lintas agama itu atau di tingkat provinsi ada yang namanya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) itu memiliki fungsi yang sangat vital.

“Dan tugas kami menyelesaikan konflik-konflik yang ada di daerah masing-masing. Konflik-konflik yang bernuansa agama dan bernuansa sektarian. Dan menurut kami fungsi-fungsi itu memang sudah berjalan efektif dan itu terjadi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Denny berpesan kepada pemerintah untuk tetap bekerja sama dengan ormas-ormas yang ada bisa membantu pemerintah dalam hal menjaga perdamaian dan kerukunan di Indonesia.

"Ada semacam ungkapan bahwa kita harus menanamkan cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman. Hal seperti itulah yang harus ditanamkan. Jadi kalau ada orang-orang yang mau merongrong NKRI, kita akan terpanggil. Karena kita kaitkan cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman,” ucap Denny.

Dia berpendapat bahwa masyarakat Indonesia sendiri terkenal dengan gotong-royongnya. Dari Sabang sampai Merauke yang banyak sekali suku, etnis dan juga agamanya dapat hidup dengan rukun.

Dan hal ini, katanya, tidak terlepas dari warisan para "founding father" yang merangkum semua perbedaan itu ke dalam Bhineka Tunggal Ika dan ke dalam wadah Pancasila.

“Hal itu sudah terbukti dan kita rasakan keberadaan Pancasila memperkuat dan mempersatukan kita di NKRI dari Sabang sampai Merauke. Kita khususnya umat Islam sendiri sudah melaksanakan itu, saya ambil contoh di LPOI ini yang terdiri dari 14 ormas Islam, sebagian besarnya yaitu 11 ormas itu lahir sebelum Indonesia merdeka dan ikut berjuang untuk merebut kemerdekaan,” ujarnya menjelaskan.

Denny juga berpesan kepada pemerintah jangan hanya memerlukan ormas ketika ada insiden atau kejadian tertentu saja dan setelah itu ditinggal. Oleh karena itulah dia mengapresiasi langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang sudah berjuang luar biasa dengan ide pembentukan Gugus Tugas Pemuka Agama beberapa waktu yang lalu.

“Kerja sama yang berkesinambungan ini yang sebenarnya kami tunggu-tunggu selama ini. Kerena pada dasarnya upaya pencegahan itu artinya harus ada hubungan yang kesinambungan antara pemerintah dan ormas keagamaan. Sehingga dengan elemen-elemen masyarakat yang ada, potensi radikalisme, potensi kekerasan dapat secara dini dideteksi. Sehingga dengan adanya sinergi ini kita ada kerjasama yang berkesinambungan,” katanya.  

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA