Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

BCA Catat Penyaluran Kredit Rp 595,1 Triliun

Senin 27 Jul 2020 16:55 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmaja mengatakan portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh flat 0,3 persen yoy menjadi Rp 91,0 triliun dan KKB turun 11,9 persen yoy menjadi Rp 42,5 triliun.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmaja mengatakan portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh flat 0,3 persen yoy menjadi Rp 91,0 triliun dan KKB turun 11,9 persen yoy menjadi Rp 42,5 triliun.

Foto: Republika/Prayogi
BCA membukukan kredit korporasi sebesar Rp 257,9 triliun, meningkat 17,7 persen yoy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 5,3 persen year on year (yoy) menjadi Rp 595,1 triliun pada Juni 2020 ditopang oleh pertumbuhan kredit korporasi. BCA membukukan kredit korporasi sebesar Rp 257,9 triliun, meningkat 17,7 persen yoy, sementara kredit komersial dan UKM turun 0,9 persen yoy menjadi Rp 184,6 triliun.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmaja mengatakan portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh flat 0,3 persen yoy menjadi Rp 91,0 triliun dan KKB turun 11,9 persen yoy menjadi Rp 42,5 triliun. "Saldo outstanding kartu kredit turun 18,6 persen yoy menjadi Rp 10,6 triliun akibat penurunan konsumsi domestik. Total portofolio kredit konsumer turun 5,1 persen yoy menjadi Rp 146,9 triliun," ujarnya saat konferensi pers, Senin (27/7).

Selama Maret sampai dengan Juni 2020, BCA memproses pengajuan restrukturisasi kredit sebesar Rp 115 triliun atau sekitar 20 persen dari total portofolio kredit yang berasal dari 118 ribu nasabah. Per tanggal 30 Juni 2020, total kredit yang telah selesai direstrukturisasi tercatat sebesar Rp 69,3 triliun atau 12 persen dari total portofolio kredit.

"Kami melihat adanya kemungkinan peningkatan kredit yang direstrukturisasi hingga 20-30 persen dari total portofolio kredit, yang berasal dari 200 ribu-250 ribu nasabah," ucapnya.

Di tengah tantangan pandemi, BCA berhasil mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga yang tinggi pada semester pertama 2020. Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh 12,8 persen yoy, mencapai Rp 575,9 triliun dan berkontribusi sebesar 75,6 persen dari total dana pihak ketiga pada Juni 2020. Jaringan transaksi perbankan yang luas merupakan faktor pendorong pertumbuhan dana CASA.

"BCA terus berinvestasi pada platform layanan transaksi perbankan, khususnya pada digital channels. Jumlah rekening tumbuh 11,9 persen yoy mencapai 22,5 juta rekening hingga Juni 2020 didukung oleh layanan pembukaan rekening online," ucapnya.

Sementara itu, deposito berjangka tumbuh 13,6 persen yoy mencapai Rp 185,6 triliun. Secara keseluruhan total dana pihak meningkat 13 persen yoy menjadi Rp 761,6 triliun. Posisi likuiditas tetap kokoh dengan LDR sebesar 73,3 persen.

"Likuiditas berada pada tingkat yang sehat untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan yang tidak terduga, khususnya selama masa pandemi," ucapnya.

Pada semester pertama 2020, Perseroan berhasil menurunkan biaya dana pihak ketiga sehingga membantu meringankan tekanan pada pendapatan bunga gross yang diakibatkan oleh peningkatan restrukturisasi kredit. Pendapatan bunga bersih naik 10,6 persen yoy menjadi Rp 27,2 triliun. Pencapaian ini mendukung Bank untuk membukukan total pendapatan operasional sebesar Rp 37,8 triliun, tumbuh 10,3 persen yoy.

Dari lain sisi, beban operasional tumbuh lebih rendah, sebesar 3,8 persen yoy menjadi Rp 16,2 triliun. Dengan demikian, laba sebelum provisi dan pajak BCA mencapai Rp 21,5 triliun, tumbuh 15,8 persen yoy, dimana pertumbuhan yang baik tersebut telah memberikan ruang untuk mengantisipasi kenaikan biaya pencadangan kredit Biaya pencadangan penurunan nilai aset sebesar Rp 6,5 triliun pada semester pertama tahun 2020, sejalan dengan peningkatan risiko potensi penurunan kualitas kredit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA