Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Perbanyak Dzikrullah Jika Lemah dalam Tiga Hal ini

Senin 27 Jul 2020 14:45 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Ani Nursalikah

Perbanyak Dzikir Jika Lemah dalam Tiga Hal ini. Ilustrasi

Perbanyak Dzikir Jika Lemah dalam Tiga Hal ini. Ilustrasi

Foto: Thoudy Badai_Republika
Dzikir dapat menyelamatkan manusia dari penguasaan setan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dzikrullah atau dzikir begitu banyak manfaatnya bagi manusia yang melakukannya. Allah akan memberikan pahala bagi yang lemah melakukan sholat malam, menginfakkan harta dan berjihad hanya dengan dzikrullah.

Baca Juga

Dari Sayyidina Ibnu Abbas ra. Baginda Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa di antara kalian lemah beribadah pada malam hari dan tidak bisa menginfakkan hartanya (sedekah sunnah) karena kikir dan tidak bisa berjihad karena takut, maka perbanyaklah dzikir. (H.R. Thabrani, Baihaqi, Al-Bazzar, dari kita At-Targhib).

Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal mengatakan, faidah hadits di atas dengan memperbanyak dzikir, maka kelemahan-kelemahan dalam ibadah sunnah akan tertutupi. Dari Sayyidina Anas ra Baginda Rasulullah SAW mengatakan dzikir adalah tanda iman pembebasan dari sifat nifaq, perlindungan dari setan dan penyelamatan dari api neraka.

Karena manfaat di atas, ditetapkan dzikir lebih utama dari beberapa ibadah, terutama dapat menyelamatkan dari penguasaan setan. Disebutkan dalam hadits bahwa setan selalu menguasai hati manusia. 

Jika ia berdzikir kepada Allah maka setan akan mundur ke belakang dalam keadaan lemah dan terhina. Jika seseorang lalai maka setan akan memasukkan bisikan-bisikan baru ke dalam dirinya. Oleh sebab itu para ahli tasawuf berlatih memperbanyak dzikir agar hati tidak terpengaruh oleh bisikan-bisikan buruk. 

"Kekuatan dzikir membuat hati mampu melawannya," katanya.

Syaikhul Hadits Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi mengatakan, para sahabat ra. memperoleh kekuatan ruhani sampai derajat yang sangat tinggi karena keberkahan berdekatan dengan Baginda Nabi SAW sehingga mereka tidak perlu latihan dzikir seperti kita. 

Zaman ini, hati manusia telah mencapai suatu derajat kerusakan yang sangat parah, karena zaman semakin jauh dengan zaman Baginda SAW. Oleh karena itu sangat diperlukan menambahkan latihan-latihan zikir sebagai ramuan penguat hati.

"Walaupun kita tidak mungkin mencapai derajat sebagaimana derajatnya para sahabat, tetapi seandainya penyakit hati kita tidak semakin buruk pun sudah merupakan keberuntungan dari hasil yang baik," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA