Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Misteri Warga Pulau di Italia Kebal Sebaran Virus Covid-19

Senin 27 Jul 2020 12:18 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Belum ada laporan warga lokal yang terpapar virus, meski kerap dikunjungi turis.

REPUBLIKA.CO.ID, GIGLIO ISLAND -- Penduduk Pulau Giglio, Italia, menarik perhatian peneliti karena tidak melaporkan kasus penularan lokal  Covid-19 sama sekali. Padahal, daerah ini kerap dikunjungi pendatang dari luar.

Peneliti kanker payudara di Universitas Milan dan profesor epidemiologi, Paola Muti, mengatakan, dia terdampar di pulau kecil itu ketika virus Corona mulai menyebar. Daerah itu pun melaporkan ada tiga pengunjung yang jatuh sakit akibat Covid-19 dan sebelumnya mereka telah berinteraksi dengan masyarakat.

Namun, anehnya, tidak ada laporan warga yang menderita gejala dari penyakit yang dibawa virus tersebut. Muti pun dibuat kebingungan dengan kondisi tersebut karena wilayah ini seharusnya sangat mudah untuk menyebarkan virus dalam seketika.

Maklum, penduduk setempat sangat suka bersosialisasi di lorong-lorong curam dekat pelabuhan atau di tangga granit yang berfungsi sebagai jalan sempit di lingkungan Kastil puncak bukit. Perumahan padat yang dibangun dari sisa-sisa benteng yang didirikan berabad-abad lalu untuk melindungi dari bajak laut.

Armando Schiaffino yang merupakan satu-satunya dokter di pulau itu selama sekitar 40 tahun memahami kekhawatiran Muti. "Setiap kali penyakit anak-anak yang biasa, seperti demam berdarah, campak atau serangan cacar air, dalam beberapa hari praktis semua bisa terinfeksi" ujarnya.

Hanya saja, kenapa virus Corona tidak menyebar? Muti mencoba mencari tahu mengapa hal itu tidak terjadi.

"Dr. Schiaffino mendatangi saya dan memberi tahu saya, ‘Hei, lihat, Paola, ini luar biasa. Dalam pandemi penuh ini, dengan semua kasus yang datang ke pulau itu, tidak ada yang sakit. 'Jadi saya berkata pada diri saya sendiri: ‘Benar, di sini kita bisa melakukan penelitian, bukan? Saya di sini,'" katanya.

Selain, orang-orang yang berasal dari luar pulau, tidak ada laporan kasus yang terjadi di Giglio, termasuk sejak lockdown dicabut pada awal Juni, dan wisatawan dari seluruh Italia telah tiba. Mereka pun telah melakukan tes untuk mendeteksi virus Corona.

Pada akhir April, tepat sebelum pembatasan perjalanan pertama akan dilonggarkan, penduduk pulau tersebut melakukan tes darah. Sebanyak 723 mengajukan diri untuk diuji dan hanya satu yang ditemukan memiliki antibodi, seorang lelaki tua Gigliese yang berlayar dengan feri ke pulau itu bersama pengunjung Jerman.

Menurut Muti, mungkin penduduk pulau tidak cukup terpapar Covid-19 untuk terinfeksi. Prediksi itu juga senada dengan kepala penyakit menular di rumah sakit Tor Vergata Roma, Massimo Andreoni. Dia mencatat beberapa pasien tidak mampu menyebarkan penyakit karena alasan yang masih belum jelas.

"Ini bisa menjadi sesuatu yang kurang lebih sepele - tidak ada yang terinfeksi karena melalui keberuntungan ada sedikit kontak," kata Profesor imunologi di Imperial College London, Daniel Altmann

Altmann juga mencatat bahwa itu bisa menjadi sesuatu yang penting dan jarang, seperti varian genetik yang umum di antara populasi pulau itu. Kondisi ini juga membuat Muti tertarik melakukan studi genetik suatu hari nanti jika bisa mendapatkan dana.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA