Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Penjual Hewan Qurban di Kota Ambon Panen Rejeki

Ahad 26 Jul 2020 21:56 WIB

Red: Bayu Hermawan

Hewan kurban (ilustrasi)

Hewan kurban (ilustrasi)

Foto: Antara/Arnas Padda
Meski pandemi Covid-19, penjual hewan qurban di Kota Ambon panen rejeki.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Penjual hewan qurban di beberapa lokasi di Kota Ambon panen rejeki, jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7) mendatang. Pedagang bersyukur meski ada pandemi Covid-19, namun tidak menyurutkan umat muslim di Kota Ambon untuk berqurban pada tahun ini.

Pemantauan di lokasi penampungan, pada Ahad (26/7), baik hewan qurban kambing di kawasan Kebun Cengkih, Desa Batu merah, maupun sapi di kawasan Kate-Kate, Desa Hunut banyak pembeli datang dan melakukan transaksi. "Dalam satu hari kami berhasil menjual delapan hingga 10 ekor sapi dengan harga yang berbeda, tergantung ukuran dan berat sapi," kata penjaga sekaligus penjual Umar Abdullah yang menempati lokasi penampungan di kawasan Kate-kate, Desa Hunut, Kecamatan Teluk Ambon.

Baca Juga

Umar mengatakan, harga sapi yang dijual bervariasi mulai dari Rp8 juta hingga 18 juta, pembeli tinggal memilih ukuran besar atau kecil tergantung ukuran. Dia menjelaskan, sapi-sapi yang dijual ini di datangkan dari Pulau Seram, terutama desa-desa yang ada di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kemudian dari Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dan juga dari Desa-Desa di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

"Sudah beberapa hari kami di sini dengan membawa puluhan ekor sapi, dan dalam waktu dekat ini akan masuk lagi dari Pulau Seram, pokoknya sebelum hari raya," ujarnya.

Umar melanjutkan, hewan qurban yang dijualnya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dari tim medis Dinas Pertanian Provinsi Maluku, bahkan pada hari Jumat kemarin ada tim pengawasan dari Dinas Pertanian yakni ibu Kepala Dinas Diana Padang bersama para tim medis datang ke sini. "Selain itu ada juga teman-teman pedagang yang memasok dari Namlea, Kabupaten Pula Buru, dan Buru Selatan," katanya.

Dia mengakui, sangat heran, sebab dalam kondisi dan situasi pandemi COVID-19 masyarakat muslim semangat sekali untuk berqurban, dan itu nampak sebab satu hari sapi yang terjual bisa mencapai 10 ekor, bahkan yang membeli kebanyakan perorangan, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya kebanyakan instansi dan perusahaan.

Sedangkan untuk hewan qurban kambing dilokasi penampungan di kawasan Kebun cengkih, Desa Batu merah pada pedagang menawarkan harga kambing juga bervariasi tergantung ukuran mulai dari Rp2 juta hingga Rp4 juta/ekor, tergantung ukuran.

Ridwan, penjual sekaligus penjaga mengatakan, kambing-kambing ini kebanyakan dipasok dari Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya, dan dalam waktu dekat akan ada lagi sebab masih dalam perjalanan dengan kapal laut.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA