Monday, 2 Rabiul Awwal 1442 / 19 October 2020

Monday, 2 Rabiul Awwal 1442 / 19 October 2020

Malaysia-Singapura Sepakat Buka Perbatasan pada 17 Agustus

Ahad 26 Jul 2020 17:02 WIB

Red: Andri Saubani

Suasana lengang di jembatan perbatasan wilayah Malaysia menuju Singapura pascapemberlakuan lock down Malaysia, Rabu (18/3). (ilustrasi)

Suasana lengang di jembatan perbatasan wilayah Malaysia menuju Singapura pascapemberlakuan lock down Malaysia, Rabu (18/3). (ilustrasi)

Foto: GIN TAY/THE STRAITS TIMES/EPA-EFE
Menteri Luar Negeri Malaysia dan Singapura bertemu membicarakan masalah perbatasan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia dan Singapura sepakat membuka perbatasan kedua negara paling cepat pada 17 Agustus 2020. Kesepakatan itu diterapkan setelah prosedur pelaksanaan rute timbal-balik (RGL) dan pengaturan perjalanan komuter periodik (PCA) selesai dirumuskan.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengungkapkan rencana itu setelah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrisnan di Causeway, perbatasan Malaysia-Singapura, Ahad (26/7).

"Menindaklanjuti dua skema telah diumumkan pada 15 Juli 2020 yakni RGL dan PCA desainnya akan dilaksanakan mulai 10 Agustus 2020," katanya.

Hishammuddin mengatakan dalam pertemuan itu pemerintah Malaysia dan Singapura mencapai kesepakatan tentang prosedur pelaksanaan kedua skema tersebut. Terkait kesepakatan itu, kata Hishammuddin, kedua pihak merancang untuk mengeluarkan panduan bagi publik mengenai syarat dan cara-cara membuat permohonan menyangkut kedua skema itu dalam waktu dekat.

"Sebagai informasi awal di pihak Malaysia, warga Malaysia yang layak memohon di bawah kedua skema tersebut bisa mengantar permohonan kepada Kantor Imigrasi Malaysia mulai 10 Agustus 2020," katanya.

Sementara itu seperti telah diinformasikan sebelumnya, terdapat dua lagi skema yang direncanakan, yaitu lintas perbatasan setiap hari bagi warga Malaysia dan Singapura, dan pembukaan perbatasan sepenuhnya. "Untuk skema ketiga dan keempat, pemerintah Malaysia dan Singapura masih perlu memikirkan banyak aspek sebelum melaksanakannya. Ini karena menyangkut keselamatan dan kesehatan sehubungan situasi Covid-19 yang jelas masih belum reda. Dalam kata lain, memerlukan waktu," katanya.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA