Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Puluhan Negara Catat Rekor Kasus Harian Tertinggi Covid-19

Ahad 26 Jul 2020 14:53 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Andri Saubani

Pejalan kaki bermasker melintas di psat bisnis Melbourne, Australia, Rabu (22/7). Pemerintah Australia melaporkan rekor baru kasus Covid-19 di Victoria dan memicu kekhawatiran gelombang kedua.

Pejalan kaki bermasker melintas di psat bisnis Melbourne, Australia, Rabu (22/7). Pemerintah Australia melaporkan rekor baru kasus Covid-19 di Victoria dan memicu kekhawatiran gelombang kedua.

Foto: James Ross/AAP Image via AP
Hampir seluruh negara di dunia mencatat peningkatan kasus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hampir 40 negara melaporkan rekor harian peningkatan kasus infeksi virus corona tipe baru atau Covid-19 selama sepekan belakangan. Menurut penghitungan Reuters rekor ini naik sekitar dua kali lipat dari jumlah pekan sebelumnya.

Hampir seluruh negara di dunia mencatat peningkatan kasus. Tingkat kasus meningkat tidak hanya seperti Amerika Serikat (AS), Brazil, dan India. Namun, wabah meningkat di Australia, Jepang, Hong Kong, Bolivia, Sudan, Ethiopia, Bulgaria, Belgia, Uzbekistan, dan Israel.

Para pejabat pemerintahan di berbagai negara melonggarkan kebijakan lockdown atau karantina wilayah sehingga tidak sedikit negara-negara mengalami gelombang kedua. "Kami tidak akan kembali ke 'normal lama'. Pandemi telah mengubah cara kita menjalani hidup seperti biasanya," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pekan ini.

"Kami meminta semua orang untuk memperlakukan keputusan tentang ke mana mereka pergi, apa yang mereka lakukan dan dengan siapa mereka bertemu sebagai keputusan hidup dan mati, karena mereka (virus) memang ada," ujarnya menambahkan.

Data Reuters yang dikumpulkan dari laporan resmi negara, menunjukkan peningkatan yang stabil dalam jumlah negara yang melaporkan rekor harian peningkatan virus yang menyebabkan Covid-19 selama sebulan terakhir. Setidaknya tujuh negara mencatat kenaikan tersebut tiga pekan lalu. Angka ini naik ke setidaknya 13 negara dua pekan lalu menjadi setidaknya 20 negara pekan lalu dan ke 37 negara pekan ini.

Pakar kesehatan menilai, jumlah sesungguhnya dari kasus dan kematian akibat Covid-19 hampir pasti tidak dilaporkan, terutama di negara-negara dengan sistem perawatan kesehatan yang lebih buruk. Untuk laporan ini, data Reuters dibatasi untuk negara-negara yang menyediakan angka harian reguler.

Dalam beberapa pekan, peningkatan kasus biasanya mendahului peningkatan kematian. AS semisal, tetap berada di puncak daftar kasusnya yang melewati lebih dari empat juta kasus dan mencatat lebih dari 1.000 kematian selama empat hari berturut-turut pekan ini. Brasil dan India juga juga telah melampaui 1 juta kasus.

Data juga menunjukkan semakin banyak kebangkitan kasus di negara-negara di semua kawasan. Di Australia, para pejabat memberlakukan lockdown sebagian selama enam pekan di beberapa negara bagiannya. Pemerintahnya juga mewajibkan untuk mengenakan masker bagi penduduk di kota terbesar kedua di negara itu, Melbourne, setelah terdeteksinya wabah baru.

Australia dan Jepang, yang juga membukukan catatan kasus harian pekan ini pun keduanya memperingatkan kenaikan infeksi di kalangan anak muda. Mereka banyak yang merayakan berakhirnya pembatasan sosial di bar dan pesta.

Pekan ini, Meksiko mencatat rekor kasus harian tertinggi dan memiliki angka kematian tertinggi keempat di negara mana pun. Para pejabat kesehatan negara itu memperingatkan bahwa tren penurunan jumlah kasus yang dimulai pada pertengahan Juni atau sekitar waktu di mana kota mulai melonggarkan langkah-langkah jarak sosial sosial, bisa saja mundur jauh.

Berdasarkan tingkat penerimaan rumah sakit selama sepekan terakhir, Wali kota Mexico City Claudia Sheinbaum mengatakan, tingkat rawat inap pada Oktober bisa melebihi yang terdaftar pada Juni, puncak pandemi. "Penting untuk menyadari bahwa jika kita tidak mengubah tren, mungkin ada pertumbuhan eksponensial," katanya.

Di kala musim liburan musim panas datang, Eropa juga mencatat angka rekor harian baru. Seperti di Spanyol yang cenderung melarang wisatawan dari mengunjungi salah satu tujuan paling populer di benua itu.

Di Afrika, Kenya mencatat rekor jumlah kasus harian yang tinggi kurang dari dua pekan setelah aktivitas pembukaan kembali, termasuk penerbangan penumpang domestik. Presiden Uhuru Kenyatta telah mengumumkan penerbangan internasional akan dilanjutkan pada 1 Agustus. Dia telah memanggil para pejabat ke pertemuan darurat pada Senin untuk membahas lonjakan kasus.

Di Timur Tengah, Oman memberlakukan pembatasan baru yang dimulai pada Sabtu (25/7) di samping penutupan dua pekan. Ini dinilai akan tumpang tindih dengan hari raya Idul Adha Islam setelah melaporkan sejumlah kasus.


sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA