Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Friday, 24 Zulhijjah 1441 / 14 August 2020

Empat Alasan Orang Mendustakan Alquran

Ahad 26 Jul 2020 12:26 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Empat Alasan Orang Mendustakan Alquran. Foto: Membaca Alquran (ilustrasi)

Empat Alasan Orang Mendustakan Alquran. Foto: Membaca Alquran (ilustrasi)

Foto: Muhammad Rizki Triyana (Republika TV)
Masih banyak orang yang mendustakan Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran adalah pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Alquran diturunkan sebagai penutup dari kitab-kitab suci sebelumnya yang pernah ada, namun ternyata masih banyak orang-orang yang mendustakan Alquran.

Baca Juga

KH Didin Hafidhuddin dalam Taklim Ba’da Shubuh, Ahad (26/7), menjelaskan, setidaknya terdapat empat alasan mengapa banyaknya orang yang mendustakan Alquran. Pertama, karena sombong dan takabur terhadap kebenaran sehingga hatinya tertutup.

Setan adalah sumber dari kesombongan dan ketakaburan yang selalu merasa lebih baik dari makhluk Allah yang lain. Karena sombongnya itulah, menurut beliau, setan merasa lebih unggul dan lebih baik dari Nabi Adam.

Kedua, tidak mau mendengar dan tidak mau berpikir. Beliau menjelaskan, penghuni neraka nanti akan menyesal karena keengganannya untuk mendengar dan berpikir. Mereka tidak mau mengakui kesalahan dan kebodohannya di dunia walaupun semuanya telah terlambat jika mereka telah berada di neraka.

Ketiga, masih diterapkannya cara-cara yang telah dilakukan oleh nenek moyang serta leluhurnya. Khususnya yang melakukan penyembahan terhadap berhala dan lainnya yang bersifat menyekutukan Allah.

Keempat, terjadinya sifat hasad, dengki, dan benci kepada Rasulullah SAW. Sehingga, beliau menjelaskan, apa yang dikatakan umat Islam senantiasa tidak dipercayainya. Mereka cenderung apriori terlebih dahulu.

Beliau pun menjelaskan, penyebab keempat itulah yang pada akhirnya menjadi inti dari Alquran Surah Shad ayat 12-20 tentang kaum Luth, kaum Nabi Syuaib, dan Ashabul Aykah. Kaum-kaum di masa tersebut telah apriori pada ajaran Nabi. Sehingga jangankan salah, sesuatu yang benar pun sudah ditanggapi dengan apriori terlebih dahulu oleh mereka.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA