Sabtu 25 Jul 2020 18:05 WIB

Pandemi Covid-19 Dinilai Melatih Ketangguhan Masyarakat

Berbagai lini kehidupan diharapkan mampu bertahan.

Virus corona (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Virus corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Situasi pandemi Covid-19 yang telah berbulan-bulan memaksa masyarakat menjalani pola hidup berbeda. Tak sedikit  yang kehilangan penghasilan hingga bahkan orang tercinta. Pandemi ini pun diharapkan masyarakat kian tangguh.

"Seseorang bisa dikatakan tangguh bila sudah melewati berbagai masalah, krisis, bahkan badai hidup dan keluar sebagai manusia yang lebih baik, bahkan lebih hebat," kata Life & Marriage Coach Deny Hen, Sabtu (25/7). 

photo
Life & Marriage Coach Deny Hen. - (Dok. Pri)

Menurut Deny, kendati dunia tengah menghadapi krisis yang serius, semua orang bisa tetap menjadi tangguh dalam kondisi tersebut. Ia menjabarkan, ada dua pola pikir yang kerap dipegang orang yang tangguh. 

"Yakni, 'Aku sanggup melewati kesulitan ini, bagaimanapun buruknya keadaan ini' dan 'Tragedi adalah anugerah Tuhan yang memberikan kesempatan untuk mengubah hidupku menjadi lebih baik'," ujarnya.

Deny pun berharap dan memimpikan Indonesia yang tangguh dalam menghadapi segala tantangan yang ada."Bangsa Indonesia seringkali memandang diri sendiri sebagai bangsa yang lemah, kurang kapabel, atau kurang tangguh," kata dia. 

Melalui buku bertajuk "Tangguh: 4 Rahasia yang Jadikan Anda Tak Terkalahkan", Deny ingin masyarakat dan bangsa Indonesia menjadi benar-benar tangguh di segala situasi, tak terkecuali semasa pandemi. 

Buku ini sendiri resmi diluncurkan hari ini, Sabtu (25/7) secara virtual. Bekerja sama dengan Pembelajar Hidup, Festival Entrepreneur Indonesia dan konselor dari Yayasan Busur Emas, webinar serta layanan coaching dan konseling gratis diberikan saat peluncuran buku. 

"Buku setebal 354 halaman yang mendefinisikan apa itu tangguh dan bagaimana seseorang bisa punya mental yang tangguh. Penulis menciptakan rumus ketangguhan, yaitu Energi dikali %Fokus dikalo Keterampilan dikali Dukungan," jelas Deny. 

Buku ini, kata dia, dibagi menjadi empat bagian yang merupakan empat faktor yang dirumuskan penulis sebagai rahasia yang membuat pembaca, jadi orang yang tangguh dan tak terkalahkan di berbagai lini kehidupan. 

Lebih lanjut, masyarakat juga bisa berdonasi melalui pembelian buku tersebut, untuk selanjutnya disumbangkan ke sekolah atau universitas. Sehingga, kata dia semakin banyak anak atau muda-mudi Indonesia yang memiliki mental tangguh. 

Setiap donasi, akan dicatat dan dilaporkan secara transparan melalui situs pembelajarhidup(dot)com.

"Jadi tangguh itu mau tidak mau harus dimiliki, cuma memang tantangan antara masa lalu dengan masa sekarang yang berbeda," ujar dosen salah satu universitas di Jakarta ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement