Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Jordi Cruyff Mundur Sebagai Pelatih Timnas Ekuador

Jumat 24 Jul 2020 19:45 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Agung Sasongko

Jordi Cryuff

Jordi Cryuff

Foto: Dok. IG: Jordi Cryuff.
Pada Januari silam, Cruyff mencapai kata sepakat dengan Federasi Sepak Bola Ekuador

REPUBLIKA.CO.ID, QUITO -- Mantan gelandang Barcelona dan Manchester United, Jordi Cruyff, memutuskan mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Ekuador. Uniknya, anak dari legenda Barcelona dan timnas Belanda, Johan Cruyff, itu belum pernah sekalipun mendampingi timnas Ekuador di sebuah laga resmi.

Baca Juga

Pada Januari silam, Cruyff mencapai kata sepakat dengan Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF) untuk menukangi timnas Ekuador. Eks pelatih Macabbi Tel Aviv itu dikontrak FEF dengan durasi kontrak selama tiga tahun. Namun, baru menjabat pelatih timnas Ekuador selama setengah tahun, Cruyff memutuskan untuk mundur.

FEF pun telah menerima permohonan pengunduran diri Cruyff tersebut. ''Pelatih timnas telah menyatakan keinginannya untuk mundur kepada Presiden Federasi FEF. Semua klausul kontrak akan tetap dihormati, termasuk adanya ganti rugi untuk pemutusan kontrak sepihak oleh pelatih,'' tulis pernyataan resmi FEF seperti dilansir ESPN, Jumat (27/7).

Sejak resmi menjabat sebagai pelatih timnas Ekuador, Cruyff tidak pernah berada di Ekuador. Pandemi Covid-19 membuat Cruyff tidak bisa meninggalkan Spanyol. Mantan gelandang Espanyol itu pun telah mendapatkan izin dari FEF untuk tetap berada di Spanyol selama pandemi Covid-19. 

Sebenarnya, Cruyff diharapkan sudah berada di Ekuador pada awal Juli ini sebagai bagian persiapan timnas Ekuador menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun, hingga memutuskan mundur sebagai pelatih timnas Ekuador, pelatih berusia 46 tahun itu belum juga muncul di Ekuador. Di babak kualifikasi Piala Dunia 2022, timnas Ekuador, yang berjuluk La Tri, dijadwalkan bakal menghadapi Argentina pada laga pembuka, awal September mendatang. 

Pada pekan lalu, Direktur Olahraga asal Spanyol, Antonio Cordon, juga mengajukan pengunduran diri kepada FEF. Cordon beralasan, FEF tengah berada dalam instabilitas. Hal ini menyusul pada pencopotan Presiden FEF, Francisco Egas, pada April silam. Egas diduga melakukan penyelewangan lantaran membayar nilai kontrak Cruyff dan Cordon lebih besar dari yang telah disepakati sebelumnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA