Kamis 23 Jul 2020 23:11 WIB

Jazirah Arab Terkenal Tandus, Begini Rakyat Kuno Dapat Air

Rakyat Arab kuno mendapatkan air di Jazirah Arab dengan cara sederhana.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah
Rakyat Arab kuno mendapatkan air di Jazirah Arab dengan cara sederhana. Ilustrasi Padang Pasir
Foto: Pixabay
Rakyat Arab kuno mendapatkan air di Jazirah Arab dengan cara sederhana. Ilustrasi Padang Pasir

REPUBLIKA.CO.ID, Karakteristik wilayah jazirah Arab terdiri atas tanah pasir yang bergunung-gunung. Tanah yang berupa padang pasir ini ada nyaris tanpa air sama sekali.

Karena minim air, wilayah Arab tidak dibekali aliran sungai. Masyarakat kuno masa itu kerap mengandalkan aliran air yang datang dari gunung, tangki-tangki, serta sumur-sumur yang ada di padang terbuka. Wilayah yang dipenuhi padang pasir membuat iklim daerah itu panas dan kering.

Baca Juga

Dalam buku Sejarah Geografi Qur'an karya Sayid Muzaffaruddin Nadvi, dijelaskan bahwa Arab yang tanpa sungai itu diimbangi dengan arus air yang berasal dari pegunungan untuk menyuplai dan mendukung adanya kehidupan. 

Meski minim air, karakteristik wilayah Arab rentan banjir karena dikelilingi mata air yang bersumber dari pegunungan. Raja-raja Arab bahkan kerap membuat bendungan guna menahan dan memanfaatkan pasokan air. Wilayah Makkah dan Ka'bah juga dikenal pernah tertimpa banjir karena terletak di dataran rendah yang dikelilingi gunung dan bukit.

Pada masa permulaan Islam, kotakota di jazirah Arab, seperti Jawf atau Wadi al-Qura, Tabuk, Khaibar, hingga Midian berada dalam kekuasaan kaum Yahudi. Kota-kota tersebut dikenal dengan benteng-bentengnya yang kuat, sebelum akhirnya dapat ditaklukkan kaum Muslimin pada zaman Rasulullah SAW.

Dengan adanya keragaman suku, bangsa, hingga agama yang bersatu berhimpun mengisi jejak sejarah Arabia, lambat laun wilayah tersebut pun mulai dikenali dengan pemetaan yang baik. Batas-batas Arabia dikenalkan dan dibagi-bagi oleh ahli sejarah geografi.

Menurut para ahli geografi Arab, wilayah Arabia merupakan wilayah yang dibatasi oleh Padang Pasir Syiria di bagian barat. Di barat daya dibatasi Laut Merah, Midian, dan jalur dari Jeddah sampai ke Yaman. Sedangkan, di sebelah selatan dibatasi oleh Lautan Hindia, Aden, dan dari Zafar sampai ke Muhra.

Di wilayah timur, wilayah Arab dibatasi oleh Teluk Oman, Teluk Persia, Muhra, Oman, dan daerah dari Bahrain sampai ke Basrah dan Kufa. Selanjutnya, di wilayah utara, wilayah Arab dibatasi Balqa. Adapun jika disederhanakan dengan bahasa yang lebih mudah, wilayah Arabia dibatasi di sebelah timurnya oleh Teluk Persia dan Teluk Oman.

Sedangkan, di sebelah selatan oleh Lautan Hindia, di sebelah barat oleh Laut Merah, di sebelah barat oleh Teluk Aqabah, Suriah, dan Palestina. Di timur dibatasi Euphrate. Dengan perjalanannya ini, Arabia dari masa ke masa tumbuh dan berkembang atas kontribusi seluruh pihak baik itu suku maupun agama yang menaunginya kala itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement