Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

JK: PMI Targetkan Satu Bulan Pembersihan Banjir Luwu Utara 

Kamis 23 Jul 2020 19:26 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ani Nursalikah

JK: PMI Targetkan Satu Bulan Pembersihan Banjir Luwu Utara . Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla.

JK: PMI Targetkan Satu Bulan Pembersihan Banjir Luwu Utara . Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla.

Foto: Tim Media JK
PMI akan memberikan bantuan sekop dan cangkul pada warga membersihkan rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat, relawan bersama Pemerintah kini memprioritaskan pembersihan rumah dan sarana dan prasarana akibat banjir bandang di Kota Masamba, Luwu Utara beberapa waktu lalu. JK mengatakan, dengan begitu, warga yang masih berada di pengungsian dapat kembali ke rumah masing masing dan beraktivitas normal

Itu disampaikan Jusuf Kalla usai meninjau pemukiman warga terdampak banjir bandang di desa Radda Kecamatan Baebunta dan Kota Masamba, Luwu Utara, Kamis (23/7). "Inti penanganan banjir itu adalah pembersihan, agar rakyat bisa kembali, kemudian nanti rumah rumah diperbaiki, serta infrastruktur lainnya seperti listrik dan sebagainya. Nanti kalau semua sudah normal baru pemerintah akan fokus untuk melakukan normalisasi aliran sungai" ujar JK dalam siaran pers yang diterima, Kamis (23/7).

JK mengatakan, PMI akan memberikan bantuan sekop dan cangkul kepada masyarakat untuk membersihkan rumah masing. Sementara, relawan dan pemerintah dapat fokus melakukan pembersihan jalan serta fasilitas umum.

Baca Juga

"Untuk jalan serta fasilitas umum ditangangi oleh pemerintah serta relawan dengan menggunakan alat berat. Baru setelah itu kita normalisasi sungai. Target kita satu bulan tanggap darurat pembersihan kota," ujarnya.

photo
Rumah warga tertimbun lumpur akibat banjir bandang di Desa Radda Masamba, kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan Selasa (21/07/2020). Tim SAR masih kesulitan membuka jalur trans Sulawesi akibat tingginya lumpur yang menutupi jalan. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/hp. - (Antara/Yusran Uccang)
JK juga meminta masyarakat tidak menempati daerah aliran sungai. Sebab, daerah aliran sungai masih cukup rawan karena sudah terjadi pendangkalan. Sehingga apabila hujan deras, ancaman banjir masih akan terjadi.

"Saya katakan, daerah aliran sungai saat ini sangat rawan untuk ditempati karena terjadinya pendangkalan, sehingga kalau terjadi hujan deras akan banjir lagi dan bisa membahayakan” ujar JK.

Dalam kunjungannya di Kota Masamba JK, didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Kasdam XIV Hasannuddin Brigjen Andi Muhammad, Sekjen PMI Sudirman Said juga melihat langsung Huntara yang ada di desa meli Kecamatan Baebunta.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA