Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Menlu Yordania Apresiasi Peran Indonesia untuk Palestina

Kamis 23 Jul 2020 16:06 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

 Seorang pengunjuk rasa meneriakkan slogan yang mengecam Israel dan AS, saat protes menentang rencana Israel untuk mencaplok  bagian Tepi Barat Palestina, di dekat Kedutaan Besar AS,  Amman, Yordania, Jumat (3/7).

Seorang pengunjuk rasa meneriakkan slogan yang mengecam Israel dan AS, saat protes menentang rencana Israel untuk mencaplok bagian Tepi Barat Palestina, di dekat Kedutaan Besar AS, Amman, Yordania, Jumat (3/7).

Foto: EPA-EFE / ANDRE PAIN
Indonesia dinilai selalu hadir memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yordania menyampaikan apresiasinya untuk Indonesia karena peran yang konkret dan konsisten terhadap kemerdekaan Palestina. Di saat Palestina membutuhkan, Indonesia selalu hadir untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.

"Menteri Luar Negeri Yordan Ayman Safadi melalui telepon mengapresiasi peran dan dukungan Indonesia yang selalu hadir saat Palestina memerlukan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers pekanan secara daring, Kamis (23/7).

Selain menyampaikan apresiasi, keduanya juga membahas mengenai situasi terakhir setelah rencana aneksasi Palestina oleh Israel, batal dilakukan. Retno menilai penundaan aneksasi itu tidak terjadi dengan sendirinya.

Baca Juga

Desakan masyarakat internasional yang menolak aneksasi itu merupakan salah satu faktor utama batalnya rencana aneksasi tersebut. Oleh karena itu, Retno selalu mengajak semua masyarakat di dalam negeri, maupun internasional untuk berkomitmen menolak aneksasi itu.

"Kita sepakat masyarakat internasional harus mempertebal komitmen dunia internasional untuk menolak secara tegas rencana aneksasi Israel tersebut," ujarnya menambahkan.

Seperti diketahui, Israel berencana melakukan aneksasi ke beberapa bagian wilayah Tepi Barat, Palestina. Mulanya, rencana tersebut akan dilakukan pada 1 Juli 2020, tetapi batal karena terus melonjaknya kasus Covid-19 di kedua wilayah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA