Kamis 23 Jul 2020 12:22 WIB

Anies akan Perbanyak Tes Cepat Warga DKI

Di daerah percontohan, akan dibuat sistem satu pintu.

Rep: Muhammad Ubaidillah/ Red: Bilal Ramadhan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono bersiap mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2020 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7). Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 selama 14 hari mulai Kamis (23/7) sampai Rabu (5/8) di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono bersiap mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2020 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7). Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 selama 14 hari mulai Kamis (23/7) sampai Rabu (5/8) di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta masih terus meningkat. Per Rabu (22/7), jumlah kasus positif mencapai 17.529, naik 376 orang dibandingkan hari sebelumnya. Total sembuh mencapai 11.187 dan 776 orang meninggal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyampaikan, evaluasi terkait penanganan Covid-19 di DKI Jakarta adalah memperbanyak tes di masyarakat. Sehingga kasus positif di masyarakat bisa terdeteksi dengan cepat. Anies mengeklaim, hingga saat ini jumlah tes Covid-19 di Jakarta melampaui batas WHO, yakni seribu orang per sejuta orang dalam satu pekan.

"Di Jakarta, alhamdulillah sudah melampaui empat kali lipat standar minimal WHO. Sehingga jangan melihat angka positifnya saja. Harus lihat angka positif dan negatif sehingga itulah yang menjadi dasar mengambil keputusan," kata Anies, Kamis (23/7).

Anies melanjutkan, jika seseorang diketahui positif maka akan langsung isolasi baik mandiri atau dibawa ke rumah sakit. Sehingga, tidak menularkan ke orang lain. Untuk orang-orang yang diisolasi maka bisa menggunakan aplikasi Jakarta Sehat sebagai alat pantau.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pihak Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI berandil menyukseskan pencegahan penularan Covid-19. Jajarannya membuat gugus tugas di masing-masing kelurahan melalui Kamtibmas.

"Kita membuat akses satu pintu di wilayah percontohan, semoga nanti ini bisa diterapkan di semua wilayah. Biasanya satu kampung mempunyai banyak akses, kini hanya satu akses masuk. Jadi orang keluar masuk bisa dipantau," terangnya, Kamis (23/7).

Data Gugus Tugas Covid-19 DKI Jakarta jumlah orang yang sudah di tes PCR mencapai 338.534 orang dari jumlah tersebut 5,2 persen positif dan 94,8 persen negatif. Sedangkan spesimen yang sudah dilakukan tes PCR mencapai 474.851 dan 8,1 persen positif. Untuk jumlah rapid test lebih sedikit yakni 280.292.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement