Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Kasus Covid-19 Terus Naik, Investor Amankan Emas Perak

Rabu 22 Jul 2020 17:34 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Fuji Pratiwi

Pramuniaga menunjukkan emas batangan di Cikini Gold Center, Jakarta, beberapa waktu lalu. Harga logam mulia memang terkerek seiring dengan kekhawatiran investor terhadap Covid-19 yang tak kunjung usai dan harapan terhadap stimulus ekonomi di seluruh dunia.

Pramuniaga menunjukkan emas batangan di Cikini Gold Center, Jakarta, beberapa waktu lalu. Harga logam mulia memang terkerek seiring dengan kekhawatiran investor terhadap Covid-19 yang tak kunjung usai dan harapan terhadap stimulus ekonomi di seluruh dunia.

Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Bukan cuma emas, pengamat memprediksi harga perak akan terus merangkak naik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga jual emas dan perak sama-sama menyentuh rekor pada perdagangan Rabu (22/7) ini. Harga logam mulia memang terkerek seiring dengan kekhawatiran investor terhadap Covid-19 yang tak kunjung usai dan harapan terhadap stimulus ekonomi di seluruh dunia.

Dikutip Bloomberg, harga emas menyentuh rekor tertinggi sejak 2011 lalu. Sementara harga perak mencapai rekor sejak 2014. Harga emas dan perak mengalami lonjakan tinggi pada perdagangan hari ini menyusul kenaikan cukup tinggi kasus Covid-19 di Hong Kong dan Australia. Investor pun melirik aset-aset aman atau safe haven seperti emas.

Baca Juga

Perak pun mengalami kenaikan permintaan dari industri. Seperti kita tahu, logam perak digunakan dalam berbagai industri manufaktur seperti pembuatan panel surya hingga alat elektronik. Suku bunga rendah yang dikeluarkan bank sentral juga mendorong kepemilikan aset tanpa bunga.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus (pasar dunia) tercatat naik 1,5 persen di level 1.843,9 dolar AS per ons troi pada perdagangan Selasa (21/7) malam. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak perdagangan 2011 silam. Tinggal 100 dolar AS lagi untuk menyamai rekor tertinggi saat itu, 1.923,7 dolar AS per ons troi.

Tertular kilau emas, harga perak pengiriman September juga naik 6,8 persen menjadi 21,557 dolar AS per ons troi. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Maret 2014 lalu. Bahkan sejumlah pengamat memprediksi harga perak akan terus merangkak naik menjadi 25 dolar AS per ons troi dalam satu tahun ke depan.

Sementara di dalam negeri, harga emas Antam dirilis Rp 982 ribu per gram pada perdagangan Rabu (22/7) ini. Angka ini mengalami lonjakan tajam, Rp 12 ribu dari harga jual pada Selasa (21/7) kemarin. Sementara untuk harga jual perak juga mengalami kenaikan Rp 1.200, menjadi Rp 11.350 per gram.

Harga buyback emas juga mengalami kenaikan Rp 18 ribu, menjadi Rp 881 ribu per gram. Angka ini telah melampaui rekor buyback yang sempat tercatat pada 7 April lalu sebesar Rp 862 ribu. Saat itu, harga jual emas juga mencatatkan rekor ke level Rp 963 ribu.

 

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA