Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Klaster Kelurahan Wijaya Kusuma Dipicu Acara Tahlilan

Rabu 22 Jul 2020 17:10 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Virus corona (ilustrasi). Permukiman warga RT 01 dan RT 02 kawasan RW 05 Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat menjadi klaster Covid-19 terkait acara tahlilan.

Virus corona (ilustrasi). Permukiman warga RT 01 dan RT 02 kawasan RW 05 Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat menjadi klaster Covid-19 terkait acara tahlilan.

Foto: www.freepik.com
Sebanyak 30 warga positif Covid-19 setelah ikut tahlilan di Kelurahan Wijaya Kusuma.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Klaster Covid-19 di pemukiman warga RT 01 dan RT 02 kawasan RW 05 Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat dipicu acara tahlilan yang banyak dihadiri warga. Lurah Wijaya Kusuma Novi Indria Sari mengatakan, pada acara tahlilan hari kedua atau ketiga salah satu anggota keluarga penyelenggara tahlilan mengalami sesak napas, kemudian pingsan, dan dilarikan ke Puskesmas Grogol Petamburan.

"Karena ada keluhan sesak napas, maka dilakukan swab test (tes usap), ternyata hasilnya terpapar Covid-19," ujar Novi di Jakarta, Rabu.

Puskesmas Grogol Petamburan kemudian menelusuri warga yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19. Selanjutnya, diselenggarakan tes usap massal di wilayah RT 01 dan RT 02 pada Jumat (17/7).

Tes usap massal tersebut diikuti 94 warga. Pada Senin (20/7), hasilnya sebanyak 29 warga dinyatakan terdeteksi positif Covid-19.

Sebanyak 19 warga telah dipindahkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Itu dilakukan karena rumah mereka tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri.

"Beberapa warga yang ada penyakit penyerta dirujuk ke RS Pelni dan RSUD Cengkareng," ujar Novi.

Novi memastikan penularan Covid-19 bukan dari jenazah ke keluarga yang menyelenggarakan acara tahlilan itu. Pihaknya telah berkoordinasi ke tingkat RW untuk mengatur jalur keluar-masuk warga dan menjalankan protokol kesehatan di lingkungan tersebut.

Selama masa karantina mandiri, lingkungan klaster penyebaran Covid-19 tersebut akan disterilisasi dengan cairan disinfektan dua kali sehari.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA