Rabu 22 Jul 2020 17:01 WIB

Sekolah Zona Hijau Banjarmasin Belum Belajar Tatap Muka

Enam kelurahan di Banjarmasin kini masuk zona hijau.

Sekolah Zona Hijau Banjarmasin Belum Belajar Tatap Muka. Petugas menggunakan alat pelindung diri saat memeriksa kelengkapan dokumen calon siswa dalam pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) jalur zonasi secara daring di SMKN 1 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (29/6/2020). Pendaftaran PPDB tingkat SMA/SMK di Banjarmasin mulai dibuka 29 Juni hingga 1 Juli 2020 dengan mekanisme pendaftaran secara daring, namun sejumlah sekolah masih ada yang menyediakan pelayanan pendaftaran langsung dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 bagi calon siswa yang mengalami kesulitan mendaftar secara daring. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Foto: ANTARA/Bayu Pratama S
Sekolah Zona Hijau Banjarmasin Belum Belajar Tatap Muka. Petugas menggunakan alat pelindung diri saat memeriksa kelengkapan dokumen calon siswa dalam pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) jalur zonasi secara daring di SMKN 1 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (29/6/2020). Pendaftaran PPDB tingkat SMA/SMK di Banjarmasin mulai dibuka 29 Juni hingga 1 Juli 2020 dengan mekanisme pendaftaran secara daring, namun sejumlah sekolah masih ada yang menyediakan pelayanan pendaftaran langsung dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 bagi calon siswa yang mengalami kesulitan mendaftar secara daring. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin telah menetapkan sebanyak enam kelurahan dari 52 kelurahan di kota tersebut menjadi zona hijau atau sudah aman penularan kasus positif Covid-19 sejak 21 Juli 2020.

Meski sudah ada zona aman yang memungkinkan aktivitas masyarakat normal kembali, namun Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin belum mengizinkan sekolah dari tingkat TK, SD dan SMP untuk belajar tatap muka atau masuk kelas.

Baca Juga

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto menyatakan, zona hijau di kota ini baru enam kelurahan, jumlah ini tidak menjamin aman dari penularan Covid-19. Sekolah yang berada di zona hijau itu tidak semua siswanya domisili di sana, ada yang dari kelurahan lain yang mungkin masih berstatus zona merah.

"Hingga kami belum bisa menjalankan belajar tatap muka, karena masih banyak zona merah di Banjarmasin secara keseluruhan," ujarnya, Rabu (22/7).

Totok mengatakan akan mengevaluasi lagi apabila di Banjarmasin secara keseluruhan berada di zona hijau. Itu kemungkinan akan segera diperbolehkan belajar tatap muka.

"Kalau sudah semua zona hijau kenapa tidak untuk belajar tatap muka," ujarnya.

Totok mengakui sistem belajar daring dan atau belajar jarak jauh menjadi keluhan orang tua siswa di rumah. Disamping kesibukan di rumah tangga, orang tua beralasan kesulitan mengajarkan anak-anaknya.

"Banyak orang tua yang melapor kepada kami, ya apa boleh buat. Kami hanya bisa meminta agar para orang tua bersabar dan semoga zona hijau di Banjarmasin segera menyeluruh," katanya.

Sehari sebelumnya Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarmasin melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi menyatakan, enam kelurahan sudah ditetapkan sebagai zona hijau terkait penanganan Covid-19 sejak 21 Juli 2020. Adapun enam kelurahan itu adalah Kertak Baru Ulu, Kertak Baru Ilir, Kelayan Luar, Alalak Tengah, Mawar dan Belitung Utara.

"Keenam kelurahan ini sudah nol kasus positif Covid-19, semoga semua bisa menjaganya, dengan menerapkan protokol Kesehatan, jangan sampai lengah," ujar Machli.

Dia sebagai juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjarmasin menyampaikan terima kasih kepada para tim medis dan puskesmas di enam kelurahan tersebut. "Kalau semuanya sadar dan bekerja keras memerangi wabah ini, kita yakin semua wilayah akan menjadi zona hijau," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement