Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Angka Kematian Turun, Tapi Masih di Atas Rata-Rata Dunia

Rabu 22 Jul 2020 15:38 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif Covid-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/7/2020). Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia dilaporkan mengalami penururan tetap masih di atas rata-rata global. (ilustrasi)

Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif Covid-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (16/7/2020). Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia dilaporkan mengalami penururan tetap masih di atas rata-rata global. (ilustrasi)

Foto: Antara/Ampelsa
Rasio kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih di atas angka rata-rata global.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rr Laeny Sulistyawati, Rizkyan Adiyudha

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengakui angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan angka kematian rata-rata di dunia, setidaknya hingga Ahad (19/7). Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini masih 4,86 persen sedangkan angka kematian rata-rata dunia 4,2 persen.

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan, angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air pada awal Maret 2020 lalu nol. Kemudian, penularan virus corona di Indonesia kemudian memunculkan akibat kematian di negeri ini.

"Awalnya angka kematian tertinggi sebanyak 9,34 persen dari kasus positif yang ada di Indonesia pada Maret. Kemudian kita lihat pergerakannya di April 2020, angka kematian rata-ratanya 8,64 persen," ujarnya saat konferensi pers virtual bertema Covid-19 dalam Angka, Rabu (22/7).

Baca Juga

Kemudian, dia melanjutkan, angka kematian rata-rata Covid-19 di Mei semakin turun yaitu 6,68 persen dan kembali berkurang di bulan selanjutnya Juni sebesar 5,56 persen. Kemudian,angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia hingga per 19 Juli 2020 yaitu 4,86 persen.

"Tetapi jika dibandingkan angka kematian rata-rata dunia 4,2 persen, jadi masih ada pekerjaan rumah (PR) untuk terus menurunkan angka kematian akibat Covid-19," ujarnya.

Menurut Dewi, meskipun angka rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia sedikit lebih tinggi dari rata-rata kematian global, harus dilihat pergerakannya Maret sampai Juli yang terus mengalami penurunan. Bahkan, dia melanjutkan, angka kematian ditekan terakhir rata-rata terkecil menyentuh 4,72 persen pada pertengahan Juli 2020 lalu.

Dikutip dari laman www.covid19.go.id hingga Selasa (21/7) pukul 15.55 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi di Indonesia sebanyak 89.869 atau bertambah 1.655 kasus, dirawat 37.083, dan sembuh 48.466. Adapun, jumlah kematian akibat Covid-19 adalah 4.320 orang.

Satgas Penanganan Covid-19 pada hari ini juga merilis daftar provinsi dan kabupaten/kota yang mengalami angka kematian tertinggi akibat virus corona SARS-CoV2 (Covid-19). Provinsi yang mengalami angka kematian tertinggi adalah Gorontalo yaitu 0,7 per 100 ribu penduduk dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi kabupaten dengan kematian tertinggi yaitu 4,6 per 100 ribu penduduk.

"Angka kematian akibat Covid-19 tertinggi di tingkat provinsi per 19 Juli 2020 yaitu di Gorontalo dengan angka penambahan 0,7 per 100 ribu penduduk. Kemudian, peringkat kedua adalah Kalsel dan peringkat ketiga yakni Sulawesi Selatan," ujar Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah saat konferensi pers virtual di akun youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema Covid-19 dalam Angka, Rabu (22/7).

Kabar baiknya, dia melanjutkan, ada provinsi yang tidak terjadi penambahan kematian akibat virus corona dalam periode sepekan terakhir, termasuk Kalimantan Barat (Kalbar). Sementara itu, ia menyebutkan Banjar Baru menjadi kota/kabupaten yang mengalami kematian terbanyak akibat Covid-19 dibandingkan daerah lainnya yaitu 4,6 per 100 ribu penduduk.

"Kemudian, Surabaya di Jawa Timur (Jatim) menduduki posisi kedua yaitu 3,8 per 100 ribu penduduk," katanya.

Kemudian, dia menyebutkan, Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat selanjutnya Makassar di Sulawesi Selatan, dan Gresik di Jatim juga menyusul kasus kematian tertinggi di tingkat kabupaten/kota. Kendati demikian, ia masih mengapresiasi sebanyak 409 kabupaten/kota tidak mengalami penambahan kematian akibat Covid-19 selama sepekan terakhir. Terkait tingginya kematian akibat Covid-19 di sebuah daerah, Dewi menegaskan itu bergantung pada pengendalian kasus di wilayahnya.

"Bisa saja penularannya tinggi tetapi penanganannya kurang baik," katanya.

600 juta kematian

Adapun, data dari Universitas Johns Hopkins menunjukkan bahwa angka kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai angka 601.213 jiwa, per Ahad (19/7) lalu.

Masih merujuk pada data yang sama, dilansir Aljazirah, paparan kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 14,2 juta kasus. Dari angka tersebut, sebesar 7,9 juta pasien berhasil sembuh dari infeksi penyakit tersebut.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan tingkat kematian tertinggi. Hingga saat ini setidaknya 140 ribu warga negara mereka tercatat telah meninggal dunia akibat virus yang muncul pada Desember 2019 lalu ini.

Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat menyusul kemunculan sejumlah kasus baru di 43 dari 50 negara bagian dalam dua pekan terakhir. AS juga masih mencatat tingkat penularan tertinggi mencapai 3,7 juta kasus infeksi dengan 1,1 juta warga berhasil sembuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor peningkatan kasus virus corona secara global dalam dua hari berturut-turut pada akhir pekan lalu. Mereka melaporkan setidaknya ada peningkatan 259.848 kasus dalam 24 jam di seluruh dunia. Paparan infeksi terbesar berasal dari AS, Brazil, India dan Afrika Selatan.

Presiden Brazil, Jair Bolsonaro kemudian menerapkan kebijakan lockdown guna mengekang tingkat penyebaran virus Covid-19 di negaranya. Meskipun diakuinya, langkah tersebut akan mencekik perekonomian negara. Ekonomi Brazil diperkirakan terhambat di angka 6,4 persen tahun ini karena pandemi.

Brazil mencatatkan 28.532 kasus baru infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir per Sabtu (18/7) waktu setempat. Sebanyak 921 kasus berakhir dengan kematian. Total infeksi Covid-19 di negara tersebut telah melebihi 2 juta kasus dengan angka kematian 78.722 pasien.

photo
Risiko kematian anak saat pandemi Covid-19 - (Republika)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA