Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Sah! Ballon d'Or 2020 Ditiadakan

Senin 20 Jul 2020 22:09 WIB

Red: Muhammad Akbar

Striker Barcelona FC Lionel Messi menyampaikan sambutan pada malam penganugerahan  Ballon dOr 2019 di Theatre du Chatelet, Paris, Perancis, (3/12) dinihari.

Striker Barcelona FC Lionel Messi menyampaikan sambutan pada malam penganugerahan Ballon dOr 2019 di Theatre du Chatelet, Paris, Perancis, (3/12) dinihari.

Foto: Yoan Valat/EPA-EFE
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Ballon d'Or France Football ditiadakan

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Penghargaan pemain terbaik dunia versi majalah Prancis France Football, Ballon d'Or 2020, positif akan ditiadakan setelah majalah tersebut mengumumkan keputusan itu melalui laman resminya.

"Pada situasi-situasi luar biasa, peraturan-peraturan luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, yang dimulai pada 1956, Ballon d'Or France Football tidak akan dianugerahkan pada 2020, karena tidak terdapat kondisi adil yang cukup," demikian pernyataan France Football.

"(Lionel) Messi dan (Megan) Rapinoe (serta (Mattijs) De Ligt dan Alisson) akan harus menunggu selama setahun. Para pemenang edisi terakhir Ballon d'Or tidak akan memiliki suksesor pada akhir tahun."

Rapinoe merupakan pemenang Ballon d'Or sebagai pesepak bola putri terbaik 2019, De Ligt merupakan pemenang Trofi Kopa sebagai pemain terbaik di bawah 21 tahun, dan Alisson memenangi Trofi Yashin sebagai kiper terbaik.

France Football merinci alasan-alasan mengapa mereka tidak memberikan penghargaan itu pada 2020.

Pertama, karena tidak ada tahun tunggal kompetisi yang dapat diperlakukan seperti tahun biasa. Kedua, karena Ballon d'Or bukan hanya menjunjung nilai olahraga, namun juga keteladanan, solidaritas, dan tanggung jawab.

Hal yang menjadi sorotan France Football sebagai pihak yang menganugerahkan bola emas, yakni bergulirnya kompetisi di berbagai negara tidak dapat menjadi patokan. Ada kompetisi yang diperpendek, dan ada juga yang lebih panjang. Sehingga sulit untuk menghitung statistiknya secara adil.

Selain itu dari segi penghitungan, hanya Januari dan Februari yang dapat dipakai untuk menilai kinerja para pemain. Jumlah yang terlalu sedikit.

Terakhir, France Football mengatakan dari 220 juri yang tersebar di seluruh dunia, sebagian di antaranya mungkin terdistraksi atau fokusnya teralihkan akibat pandemi.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA