Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Disentil AS, China Klaim tak Miliki Ambisi Hegemoni

Selasa 21 Jul 2020 01:02 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera China-Amerika

Bendera China-Amerika

Foto: washingtonote
Menhan AS menuding China ingin menulis ulang aturan tatanan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China membantah memiliki ambisi hegemoni karena menjadi negara lebih kuat. Hal itu disampaikan merespons komentar Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper yang menuding Beijing ingin menulis ulang aturan tatanan internasional.

"Jika seseorang bersikeras untuk menanyakan apa yang ingin ditulis ulang oleh China, jawabannya adalah China tidak akan mengikuti jalan lama bahwa negara kuat terikat untuk mencari hegemoni," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin pada Senin (20/7), dikutip laman China Global Televison Network (CGTN).

Dia mendesak AS membuang mentalitas Perang Dingin dan pola pikir zero-sum game. "China berkomitmen kuat untuk mengejar jalur baru pembangunan damai dan kerja sama saling menguntungkan melalui upaya bersama dengan negara lain," ujar Wenbin.

Baca Juga

Sebelumnya, Mark Esper mengatakan prioritas utamanya sebagai menteri pertahanan AS adalah menerapkan Strategi Pertahanan Nasional. "Kita berada dalam era persaingan kekuatan yang hebat dan itu berarti bahwa pesaing strategis utama kita adalah China, kemudian Rusia," ucapnya, seperti dikutip rilis resmi Departemen Pertahanan AS yang dipublikasikan pada Sabtu (18/7).

Menurut Esper, dibanding Rusia, China merupakan masalah yang lebih besar bagi AS. Hal itu karena Beijing memiliki populasi dan ekonomi untuk menggusur Washington. "Sangat jelas bagi saya dan siapa pun yang memahami China bahwa mereka memiliki ambisi untuk menyingkirkan kami, tentu saja dari kawasan dan lebih disukai dari panggung global," katanya.

Menurut dia, China pun memiliki keinginan untuk menulis ulang aturan tatanan internasional yang telah melayani negara-negara dengan sangat baik sejak akhir Perang Dunia II. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA