Senin 20 Jul 2020 18:17 WIB

Qurban Digital Baznas Alami Peningkatan

Pergeseran ke arah digital telah dilakukan oleh Baznas semenjak bulan Ramadhan

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Shopee, e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, meluncurkan kerjasama pembayaran Kurban Online BAZNAS melalui inisiasi, Shopee Berkurban. Para pengguna dapat membayar kurban melalui Shopee sama seperti halnya pengalaman belanja online pada umumnya.
Foto: istimewa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Shopee, e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, meluncurkan kerjasama pembayaran Kurban Online BAZNAS melalui inisiasi, Shopee Berkurban. Para pengguna dapat membayar kurban melalui Shopee sama seperti halnya pengalaman belanja online pada umumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fasilitas kurban digital Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus mengalami peningkatan. Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik, mengatakan, hingga kini angka pekurban terus bergerak naik.

"Alhamdulillah penjualan Baznas (secara digital) juga meningkat tajam," kata Irfan, Senin (20/7).

Baca Juga

Saat ini Baznas menyediakan penjualan hanya lewat digital dan sudah tidak melayani lewat outlet. Pergeseran ke arah digital telah dilakukan oleh Baznas semenjak bulan Ramadhan.

"Tapi biasanya menjelang idul adha, ada perusahaan atau komunitas tertentu yang memesan kurban atas nama karyawan perusahaan dan anggota komunitas tersebut. Tapi sampai hari ini, data penjualan yang ada, 100 persen dari penjualan online," ucap Irfan.

Dia mengungkapkan, yang perlu diingat bahwa fungsi Baznas bukan sebagai pedagang hewan kurban, melainkan memberdayakan peternak mustahik. Pemberdayaan dilakukan melalui Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) Baznas, dan menjadikan ternak yang mereka kelola untuk kemudian disalurkan melalui program kurban. Baznas juga memfasilitasi pekurban yang ingin menunaikan ibadah kurban ini.

Penjualan juga dilakukan secara digital karena harus menjaga kesehatan hewan kurban, dan menyesuaikan dengan protokol Covid-19. Namun beberapa pekurban, ada yang masih datang langsung ke LPPM, kemudian untuk transaksinya dilakukan secara online. Dalam pelaksanaannya, kurban secara digital diakui belum terkendala apa pun.

"Saya kira sampai saat ini InsyaAllah tidak ada kendala, dan semoga tidak ada hal-hal yang menghambat sampai pelaksanaan ibadah kurban ini. Alhamdulillah masyarakat kita punya kesadaran teknologi yang cukup baik," kata dia.

Baznas menargetkan penjualan hewan kurban dapat mengalami kenaikan 75 persen dari tahun lalu. Sampai dengan Senin (20/7), penjualan hewan kurban hampir mendekati volume penjualan pada tahun lalu.

Pada tahun lalu Baznas mencapai hewan kurban sebanyak 1.670 ekor dari target 1.300 hewan. Hingga pada Senin ini sudah mencapai 1.000 lebih baik untuk kurban online penjualan langsung atau yang titik penyalurannya sesuai rekomendasi para pekurban.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement