Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Pemkot Tanjungpinang Pertimbangkan Sholat Id di Lapangan

Selasa 21 Jul 2020 04:58 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Sholat Id di lapangan hanya dapat dilakukan umat di daerah dengan zona hijau. Ilustrasi.

Sholat Id di lapangan hanya dapat dilakukan umat di daerah dengan zona hijau. Ilustrasi.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sholat Id di lapangan hanya dapat dilakukan umat di daerah dengan zona hijau

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mempertimbangkan kemungkinan umat Islam di daerah itu melaksanakan sholat Idul Adha 1441 Hijriah di lapangan. Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari mengatakan penyelenggaraan sholat Id di lapangan hanya dapat dilakukan umat di daerah dengan zona hijau.

Saat ini, kata dia, Kota Tanjungpinang masih masuk dalam zona kuning. Namun jumlah pasien positif di ibu kota Provinsi Kepri itu tinggal dua orang. Sejak pekan lalu tidak ada penambahan pasien Covid-19. Penambahan dua pasien itu pun terjadi setelah dua bulan di Tanjungpinang tidak ada penularan Covid-19 terhadap warga.

"Mudah-mudahan dua pasien Covid-19 segera sembuh sehingga Tanjungpinang berubah menjadi zona hijau. Kami masih mempertimbangkan apakah diperbolehkan sholat Id di lapangan atau tidak," katanya, Senin.

Teguh mengemukakan Pemkot Tanjungpinang masih menunggu perkembangan situasi Covid19 di daerah itu. Pemkot tidak terburu-buru mengambil kebijakan terkait dengan penyelenggaraan sholat Id secara berjamaah di tengah pandemi Covid-19.

Sholat Id berjamaah di masjid pun harus menaati protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. "Kalau sudah zona hijau, tentu boleh sholat di lapangan, namun tetap harus menaati protokol kesehatan," ucapnya.

Selain pengaturan sholat Id, Pemkot Tanjungpinang juga akan mengatur pelaksanaan pemotongan hewan qurban yang harus menaati protokol kesehatan. Kegiatan tersebut jangan sampai menimbulkan kerumunan orang.

"Kami berharap masyarakat memahami kondisi yang kita hadapi saat ini. Musuh kita tidak nampak, belum hilang, sehingga kita harus tetap waspada. Ikuti protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan," tutur Teguh.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA